JAKARTA - Sukses dengan gelaran pertama di Semarang, Portura akan membawa gelaran Lintas Resonan ke Bandung, yang dijadwalkan berlangsung di Bikasoga pada Sabtu, 8 Januari pekan depan.
Seperti diketahui, Portura merupakan proyek musik beranggotakan Fathia Izzati (Reality Club), Bilal Indrajaya, Iga Massardi (Barasuara), John Paul Patton (KPR, ALI), dan Enrico Octaviano (Lomba Sihir)—yang dibentuk khusus untuk memimpin Lintas Resonan.
Dalam penampilannya nanti, Portura diproyeksikan membawakan dua hingga tiga lagu dari diskografi masing-masing personel. Menariknya, karya-karya tersebut tidak akan dibawakan dalam format aslinya, melainkan telah melalui proses aransemen ulang yang meleburkan karakteristik tiap individu.
Pendekatan ini diambil guna meruntuhkan batas-batas tradisional antar genre serta identitas band asal mereka, menciptakan sebuah harmoni baru yang organik di atas panggung.
Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah kedua bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki rekam jejak panjang sebagai pusat ekosistem kreatif yang terus berdenyut dan melahirkan karya-karya berkualitas.
Semangat komunitas di Bandung dinilai selaras dengan nafas "Meretas Batas" yang ingin ditekankan People of the Right Project selaku penyelenggara.
“Bandung punya energi, punya komunitas, dan punya ruang ekspresi. Melalui Lintas Resonan, kami berharap membuka ruang bagi musisi, komunitas, dan penonton untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menyalakan kembali semangat eksplorasi,” ujar Iksal Harizal dari People of the Right Project, melalui siaran pers yang diterima VOI, Jumat, 2 Januari.
BACA JUGA:
Lebih dari sekadar konser musik, Lintas Resonan turut menghadirkan sesi live podcast yang akan membedah beragam isu seputar ekosistem kreatif di Bandung dan wilayah sekitarnya. Sesi ini bertujuan membangun kembali kultur dialog kritis guna menciptakan komunitas yang lebih berdaya.
Di samping itu, Iga Massardi menekankan, kehadiran Lintas Resonan di Bandung—sama halnya dengan kota lain—bukan untuk “menggurui”, melainkan untuk menyerap kreativitas baru dari berbagai daerah untuk bersinergi dan tumbuh bersama.
“Kami enggak datang buat ngasih solusi, inspirasi, atau apa pun yang terdengar cheesy. Justru kita pengen datang ke sana untuk bertanya langsung, on the spot, apa sih yang sebenarnya lagi terjadi di kota-kota itu,” ujar Iga.
“Kami bakal berdiskusi, ada talkshow dan ketemu komunitasnya. Harapannya bukan kita yang ngomong paling banyak, tapi kita yang lebih banyak menyerap. Jadi, lebih ke get in touch sama komunitas di sana, ngobrol soal apa yang seru di kota mereka,” lanjut Iga. “Kalau akhirnya itu jadi pemantik atau semangat buat teman-teman di sana, ya semoga. Tapi yang paling penting buat kita adalah koneksinya.”
Visual juga mendapatkan porsi penting dalam rangkaian ini. Kolaborasi dengan visual artist Arswandaru akan memberi pengalaman multisensori dalam mengalami seni—merefleksikan atmosfer lokal, budaya, dan karakter tempat di mana gelaran berlangsung.
Sebagai tambahan, tiket Lintas Resonan di Bandung sudah dapat dimiliki melalui situs resmi lintasresonan.com.