JAKARTA - Setelah menyelami lautan kreativitas yang berani dan jujur sejak Mei lalu, Isyana Sarasvati akhirnya merangkum seluruh benang merah visinya untuk “EKLEKTIKO”—album kelima Isyana yang akan datang.
Titik awal perjalanan menuju lahirnya EKLEKTIKO dimulai setelah Isyana menutup konser perayaan satu dekade kariernya. Momen besar ini seolah menjadi gerbang pembuka bagi fase pencarian diri dan refleksi yang lebih mendalam.
Dari eksplorasi pribadi itulah, Isyana menemukan pemahaman fundamental baru tentang karya-karyanya: bahwa musik yang ia ciptakan adalah ekspresi yang sepenuhnya bebas dan dilahirkan dari lubuk hati terdalam.
Oleh karena itu, EKLEKTIKO hadir sebagai kristalisasi pengalaman hidup, cerminan emosional, dan keberanian untuk menampilkan setiap sisi dari kepribadiannya yang kompleks.
Babak pertama, “LUNORA”, membawa Isyana kembali ke kenangan masa remajanya—sebuah periode penting di mana ia banyak berinteraksi dengan teman-teman pria, belajar bahwa keberagaman adalah sumber utama keindahan.
Melalui kolaborasi apik dengan Hindia, Vidi Aldiano, dan Afgan, babak ini menegaskan bahwa perbedaan justru menjadi ruang yang ideal untuk bertemunya imajinasi.
Perjalanan berlanjut menuju dimensi fantasi penuh warna lewat “MAMIU”, babak kedua yang secara lugas terinspirasi dari kecintaan Isyana pada film kartun.
MAMIU tidak hanya hadir sebagai visual yang menggemaskan, tetapi juga sebagai simbolisasi dari hati yang murni, lembut, dan penuh kasih sayang.
Babak ketiga, “CECILIA”, tampaknya menjadi segmen yang paling menarik perhatian dan diperbincangkan. Di sinilah Isyana memamerkan sisi dirinya yang lebih feminin, dewasa, dan sarat kebijaksanaan.
BACA JUGA:
CECILIA juga menjadi gerbang utama bagi perilisan single terbaru Isyana, “terima kasih dariku”, yang secara resmi diluncurkan pada 5 Desember melalui label yang ia dirikan sendiri, REDROSE Records.
Lagu ini ia tulis bersama Petra Sihombing sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada semua individu yang telah hadir dan bertahan dalam kehidupannya.
Dengan aransemen piano yang mengalun lembut dan vokal Isyana yang hangat, lagu ini menciptakan suasana yang intim, mengajak pendengarnya menyelami ruang batin paling tenang.
Selanjutnya, Isyana akan menyambut “ABADHI”, babak penutup dari semesta EKLEKTIKO yang dijadwalkan hadir pada Februari 2026.
Babak terakhir ini akan menggambarkan penyatuan seluruh persona yang telah membentuk keseluruhan semesta kreatif Isyana setahun terakhir.
ABADHI, yang akan mengantar pendengar menuju penyempurnaan dan penyelesaian dari seluruh kisah yang telah ditanamkan. Fase ini menandai titik puncak dari kebebasan, keberanian, dan kejujuran ekspresi seorang Isyana Sarasvati.