Bagikan:

JAKARTA - Bintang pop, Sabrina Carpenter mengambil sikap tegas atas penyalagunaan karyanya. Bahkan akun Gedung Putih pun tak takut ia konfrontasi.

Baru-baru ini akun The White House mengunggah kampanye untuk melawan gerakan protes masyarakat terkait Immigration and Customs Enforcement (ICE). Di situ mereka memasang lagu Juno milik Carpenter sebagai musik latar.

Dalam video, terlihat bagaimana upaya penangkapan yang dilakukan otoritas pemerintah AS. Mereka menangkap para pelaku protes yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Sabrina Carpenter langsung mengonfrontasi postingan tersebut. Ia tak sudi lagunya digunakan untuk kampanye yang sama sekali tak ia dukung.

"Video ini sangat jahat dan menjijikkan. Jangan pernah libatkan aku atau musikku untuk keuntungan dan agenda tak manusiawi kalian," tulis Sabrina Carpenter di X, 2 Desember.

Ini bukan kali pertama pemerintah AS menyalahgunakan karya para musisi ternama untuk kepentingan politik tanpa izin. Sejumlah artis seperti Beyonce, Foo Fighters hingga Bruce Springsteen pernah mengalami hal serupa.

Namun seolah tutup mata dan telinga, pemerintah AS terus melakukannya berulang kali. Suara protes yang lantang dari artis-artis besar seperti hanya ramai sesaat, tapi sulit berdampak efektif terhadap sang pelanggar.