Bagikan:

JAKARTA - Ajang kolaborasi musik dan budaya, Lintas Resonan, dipastikan kembali digelar tahun ini. Mengusung tema "Meretas Batas", gelaran yang diinisiasi oleh People of the Right Project ini akan membawa sebuah unit supergrup dadakan yang belum pernah ada sebelumnya.

Supergrup ini diberi nama Portura—dibentuk secara spesifik untuk memimpin gerakan kolaboratif Lintas Resonan—yang beranggotakan Iga Massardi (Barasuara), John Paul Patton alias Coki (KPR, ALI), Fathia Izzati (Reality Club), Bilal Indrajaya, dan Enrico Octaviano (Lomba Sihir).

Dengan lima musisi dari latar belakang yang berbeda, Portura hadir sebagai kanvas suara tunggal yang menanggalkan kotak genre, identitas band, maupun ego personal.

Mereka berkomitmen untuk menembus batas-batas sonik melalui aransemen baru dari dua hingga tiga lagu karya mereka sendiri.

Iga Massardi, salah satu motor Portura, memandang kehadiran grup ini dalam Lintas Resonan lebih dari sekadar proyek musik.

"Buat saya, Lintas Resonan bukan cuma proyek musik. Ini seperti laboratorium energi, tempat kita semua bisa main dengan jujur, tanpa pretensi, tanpa tembok antar band. Di panggung ini, musik bisa jadi liar, tapi juga jujur," kata Iga Massardi dalam keterangannya, Selasa, 18 November.

Adapun, gelaran kali ini merupakan kelanjutan dari sukses Lintas Resonan pada 2024 yang sempat menghadirkan peleburan dua entitas besar, seperti Perunggu X Danilla, Efek Rumah Kaca X Barasuara, serta Sore X Barasuara.

Lebih lanjut, People of the Right Project berupaya menjadikan Lintas Resonan sebagai medium kolaboratif yang menghidupkan sinergi antara pelaku dan penikmat seni. Mereka menjadikan akar lokalitas sebagai pilar penting untuk membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan, sekaligus memantik lahirnya lintasan baru dalam lanskap suara dan budaya di Indonesia.

Portura akan membawa semangat "Meretas Batas" dalam perjalanan mereka di empat kota. Tur ini akan dimulai di Semarang (11 Desember 2025), berlanjut ke Bandung (8 Januari 2026), Tangerang (15 Januari 2026), dan ditutup di Jakarta (22 Januari 2026).

Arswandaru akan mendampingi Portura sebagai visual artist yang menambahkan pengalaman baru di setiap pertunjukan. Ia bertugas menerjemahkan musik ke dalam lanskap visual yang dinamis dan berbeda di tiap kota, menjanjikan pengalaman visual yang tidak akan terulang dua kali.

"Kita semua punya gaya dan sejarah masing-masing. Tapi di sini, kita coba hancurkan batas itu, bikin sesuatu yang baru, yang nggak harus dikotak-kotakan. Kalau ada satu kata yang paling pas buat Lintas Resonan, menurut saya itu adalah kebebasan," pungkas Iga Massardi.