JAKARTA - Mariah Carey dan auranya sebagai diva, sekali lagi membius penggemar di Indonesia lewat konser bertajuk Mariah Carey-The Celebration of MIMI yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Jumat, 3 Oktober 2025, malam WIB.
Setelah dibuka penampilan Boyzlife (Keith Duffy dan Brian McFadden), Carey membuka pertunjukan inti dengan Type Dangerous, single barunya yang dirilis Juni 2025.
Mengenakan gaun hitam, Carey menggebrak panggung SICC sejak awal. Ia tampil bersama tim terdiri dari belasan orang yang hadir sebagai band pengiring, serta penyanyi dan penari latar.
Emotions jadi lagu kedua yang dibawakan Carey. Para penggemar bersorak seketika intro dimainkan. Mereka mengambil ponsel, berharap untuk mengabadikan momen saat mendengar sang diva melantunkan nada tinggi bak siulan (whistle) yang ikonik itu.
BACA JUGA:
Setiap Carey membawakan nada tinggi, sorakan penonton pun ikut mengiringi. Momen magis ini masih jadi daya pikat utama sang diva pada usianya yang sudah 56 tahun.
Carey hanya sesekali bicara. Itu pun ditujukan untuk memperkenalkan lagu-lagu yang ia bawakan, seperti Touch My Body, Can't Let Go, Vision of Love, dan Dreamlover.
Jeda tiap segmen tidak digunakan Mariah Carey untuk berbasa-basi dengan penonton. Ia lebih memilih pergi ke belakang panggung dan membiarkan timnya memberikan hiburan lain.
Pada satu momen, band dibiarkan bermain untuk mengiringi seorang penari melakukan tarian bebas. Di samping itu, layar besar menampilkan video-video lama Mariah Carey.
Nomor-nomor favorit penggemar sekaligus yang membuat Carey menjadi diva masih terus dibawakan, sebut saja Hero, Without You, My All, Always Be My Baby, Obsessed, We Belong Together, dan masih banyak lagi.
Di tengah penampilan, Carey juga sempat berganti pakaian dengan gaun berwarna ungu—yang jadi warna utama konser ini—dengan pernak-pernik berwarna silver.
Konser yang merupakan bagian dari Premium Music Experience (PME) 2025 persembahan OCBC ini menunjukkan bagaimana Mariah Carey masih jadi salah satu penampil wanita terbaik dalam sejarah musik modern.
Mereka yang mencintai musik tidak bisa menolak bahwa pertunjukan malam itu merupakan sajian yang elegan. Semua yang ada di atas panggung berfungsi dengan sangat baik.
Sebagai informasi, konser ini tidak melakukan penjualan tiket melainkan ditujukan bagi para nasabah maupun calon nasabah.
Andrae Krishnawan selaku Direktur OCBC melalui siaran pers kepada VOI mengatakan PME merupakan momen spesial untuk menjalin hubungan yang lebih personal, hangat, dan penuh makna dengan para nasabah.
"Berbeda dengan konser pada umumnya yang memerlukan pembelian tiket, PME merupakan bentuk apresiasi khusus untuk nasabah-nasabah yang aktif mengelola finansialnya dengan menabung dan berinvestasi melalui beragam produk OCBC."
"Dengan begitu, nasabah tetap bisa terus financially fit, tanpa melewatkan pengalaman gaya hidup yang eksklusif," kata Andrae.