Bagikan:

JAKARTA — Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Rabu, 1 Oktober. Acara ini meninggalkan kesan berbeda kala Presiden Prabowo Subianto menyapa tim paduan suara SMK Negeri 2 Cibinong EDCO (Esemka Dua Cibinong Orchestra) yang membawakan lagu-lagu kebangsaan dengan penuh semangat.

Bersama tim paduan suara, di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendadak bergabung menyanyikan sejumlah lagu nasional. Ia tidak sendiri. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut larut dalam kebersamaan.

Sejumlah lagu dinyanyikan seperti“Indonesia Pusaka”, “Tanah Airku”, “Bangun Pemudi Pemuda”, hingga “Garuda Pancasila” menggema, menciptakan suasana hangat yang berbeda dari biasanya. Presiden Prabowo menyaksikan langsung momen itu dengan senyum lebar.

Menbud Fadli menitipkan pesan kepada generasi muda di sela penampilan paduan suara. 

“Jangan pernah lelah memahami dan mengamalkan Pancasila. Gunakan kreativitas di era digital ini untuk menyebarkan pesan persatuan, toleransi, dan keadilan sosial. Buktikan bahwa generasi muda Indonesia adalah generasi cerdas, berkarakter, dan berjiwa Pancasila,” ujarnya.

Menbud Fadli menegaskan nilai Pancasila tidak hanya hidup dalam teks, tetapi juga dalam kebudayaan sehari-hari. “Nilai itu hadir dalam ritual adat, karya seni, musik daerah, hingga interaksi sosial. Karena itu, saya mengajak seniman, budayawan, tokoh adat, pendidik, dan pemuka agama untuk menjadi garda terdepan melestarikan budaya yang berlandaskan Pancasila,” katanya.

Momen kebersamaan di Hari Kesaktian Pancasila ini menunjukkan cara berbeda menghidupkan Pancasila: bukan hanya lewat upacara, melainkan lewat lagu, seni, dan ekspresi budaya yang dekat dengan masyarakat.