JAKARTA - Lagu ciptaan Chaken Matulatuwa, “Indonesia Jaya” berkumandang sebelum Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI yang dilangsungkan hari ini, Jumat, 15 Agustus.
Berbeda dari versi aslinya, “Indonesia Jaya” yang diputar kali ini diaransemen ulang oleh Ari Renaldi dan Yovie Widianto, musisi yang saat ini menjabat Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif.
Lagu ini diputar berbarengan dengan cuplikan video testimoni masyarakat dari berbagai pelosok negeri.
“Bapak Prabowo, berkah ya pak ya, sehat terus. Saya Cuma bisa mengucapkan terima kasih banyak. Saya yakin bantuan bapak bisa membantu anak saya mencapai mimpinya,” kata seorang ibu dalam video testimoni, diiringi alunan piano Yovie.
Kemudian, video testimoni itu berlanjut dengan rekaman pidato Prabowo, yang menyuarakan persatuan seluruh elemen bangsa untuk kejayaan Indonesia.
“Kita tidak melihat ke belakang, kita melihat ke depan. Kita bersatu, kita menggabungkan kekuatan kita, bergabung pikiran kita, bergabung idealisme kita. Kita bersatu, kita bekerjasama, kita akan buktikan itu,” kata Prabowo dalam video tersebut.
BACA JUGA:
Menjelang akhir video, lagu “Indonesia Jaya” yang awalnya dimainkan secara instrumental, jadi terasa semakin magis ketika bagian chorus lagu dilantunkan oleh seorang penyanyi wanita.
Lirik lagunya begitu tegas—memperkuat pidato yang disampaikan Prabowo. “Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan, tanpa pengorbanan, mulia adanya/Berpeganglah tangan, satu dalam cita, demi masa depan Indonesia jaya.”
Pemutaran lagu “Indonesia Jaya” ini bukan tanpa alasan. Yovie mengatakan, karya yang punya pesan kuat akan persatuan Indonesia ini merupakan salah satu lagu kesukaan Prabowo.
“Yang pilih lagu ‘Indonesia Jaya’ ini dari Kantor Komunikasi Kepresidenan, karena Pak Prabowo suka dengan lagu tersebut,” kata Yovie kepada VOI melalui pesan singkat.
Kemagisan lagu “Indonesia Jaya” pun diakhiri dengan seluruh orang yang datang dalam Sidang Tahunan MPR RI, berdiri dan bertepuk tangan.