Bagikan:

JAKARTA - Ari Lasso menyuarakan kekesalannya terhadap Wahana Musik Indonesia (WAMI), salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di mana eks vokalis Dewa itu menjadi anggota untuk mendapat royalti dari karya-karyanya.

Lewat akun Instagram miliknya, Ari mengunggah bukti laporan pendistribusian royalti per tanggal 28 Juli. Laporan tersebut menyatakan bahwa royalti yang didapat untuk periode Juli 2025 hanya sebesar Rp765.594.

“Saya bingung membaca dari sekian puluh juta, yang menetes hanya 700-an ribu. Saya telepon sahabat saya, Mas Meidy Aquarius yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab ‘gue udah gak di WAMI’,” tulis Ari Lasso, mengutip keterangan unggahan, Senin, 11 Agustus.

Yang membutanya begitu marah, Ari mendapat laporan atas nama Muthoillah Rizal Affandi.

“Kekonyolan yang PALING HEBAT ADALAH ANDA TRANSFER KE rekening Muthoillah Rizal,” kata Ari.

“Terus hitungan laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Muthoillah Rizal. Atau hitungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Muthoillah Rizal,” tambahnya.

Penyanyi 52 tahun itu menjelaskan, dirinya tetaplah seseorang yang membutuhkan pundi-pundi uang. Ia juga mempertanyakan kompetensi para pengurus yang berada di dalam WAMI.

“Saya bukan orang yang KEMARUK dan SERAKAH, tapi juga orang yang butuh uang sebagai hak wajar dari bagian kecil pelaku industri yang bisa membuat anda menagih royalti ke sana-sini,” tuturnya. “Dan saya bersyukur saya juga performer yang masih bisa mendapat penghasilan dari manggung. Puji TUHAN.”

“Dear WAMI, bagaimana cara anda mengelola organisasi anda?? Katanya ketuanya sekarang musisi yang sangat saya kagumi, Mas Adi KLa. Mohon Pencerahan,” pungkasnya.