JAKARTA - Band surf-rock kontemporer asal Jatinangor, The Panturas, menjajaki peruntungan ke panggung global. Unit beranggotakan Surya Fikri (drum), Bagus Patria (bass), Abyan Zaki (gitar, vokal), Dan Rizal Taufik (gitar) sedang menjalani tur berkeliling Asia.
Akhir pekan lalu, pada 12 dan 13 Juli, The Panturas sudah menyelesaikan pertunjukan di Singapura dan Malaysia. Selanjutnya, mereka akan menyambangi Thailand, Filipina, Taiwan, dan Jepang.
Penampilan di Jepang tentu jadi yang paling ditunggu, band yang dikenal dengan lagu “Sunshine” itu akan tampil secara spesial di Fuji Rock Festival, salah satu festival musik rock paling prestisius di dunia.
Bagi para personel, Tur Asia 2025 jadi pembuka ruang mimpi yang lebih luas. Mereka secara terang-terangan menyebut bahwa tur ini hanya permulaan dari ambisi yang lebih besar.
Abyan Zaki alias Acin menyebut Taiwan dan Filipina sebagai negara yang paling membuatnya penasaran, karena dinamisnya skena musik independen di sana.
“Kami pengen ketemu teman-teman musisi di sana, belajar dan ngebuka kemungkinan kolaborasi,” kata Acin dalam keterangannya, Senin, 14 Juli.
BACA JUGA:
Berikut jadwal Tur Asia The Panturas 2025:
- 12 Juli – Singapura
- 13 Juli – Malaysia
- 18 Juli – Thailand
- 19 Juli – Filipina
- 20 Juli – Taiwan
- 24 Juli – Red Marquee Stage, Fuji Rock Festival (Pre-Festival Show)
- 25 Juli – Crystal Palace Tent, Fuji Rock Festival
- 26 Juli – Field of Heaven Stage, Fuji Rock Festival
Sebelum menjalani tur, The Panturas juga memperkenalkan karya baru berupa maxi-single berisi dua lagu, “Knights of Jahannam” dan “Soma Gospel”.
Rilisan ini juga menjadi bukti bahwa The Panturas bukan sekadar band nostalgia atau pemuja ombak dari masa lalu. Mereka adalah kelompok kreatif yang terus tumbuh, berani bereksperimen, namun tetap menjaga benang merah identitas.