Bagikan:

JAKARTA – Produsen sepeda motor ikonis Amerika Serikat (AS), Harley-Davidson, mengumumkan penunjukan Arthur Starrs sebagai CEO baru, menggantikan Jochen Zeitz.

Keputusan ini diambil saat Harley-Davidson menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari penurunan permintaan hingga ancaman tarif impor yang lebih luas dari pemerintah AS.

Starrs, dilaporkan Reuters, Selasa, 5 Agustus, sebelumnya menjabat sebagai CEO di perusahaan hiburan olahraga Topgolf International, akan mengambil alih kemudi Harley-Davidson di tengah perlambatan penjualan sepeda motor cruiser.

Arthur Starrs, yang sebelumnya juga pernah memegang posisi kepemimpinan di Pizza Hut, diharapkan dapat membawa Harley-Davidson melewati masa-masa sulit ini dan mengarahkan perusahaan menuju era baru yang lebih menjanjikan. Diketahui, dari data pasar saat ini, konsumen AS saat ini lebih berhati-hati dalam membeli barang-barang non-esensial, termasuk kendaraan rekreasi, akibat ketidakpastian ekonomi.

Selain penurunan permintaan, Harley-Davidson juga kesulitan menarik minat pengendara muda yang cenderung lebih memilih motor hemat bahan bakar dan dilengkapi fitur keselamatan modern. Situasi ini diperparah oleh tekanan biaya pada suku cadang impor akibat kebijakan tarif yang diusung oleh Presiden AS Donald Trump.

Sebelumnya, Harley-Davidson juga sempat mendapat kritik keras dari investor aktivis H Partners yang menuntut pergantian direktur, termasuk CEO Zeitz, karena penjualan yang terus menurun dan harga saham yang anjlok. Meskipun proposal tersebut berhasil digagalkan melalui pemungutan suara pemegang saham, penggantian kali ini menunjukkan adanya tekanan signifikan yang dihadapi manajemen.

Zeitz, yang telah memimpin Harley selama lima tahun, akan tetap menjabat sebagai penasihat senior hingga Februari 2026. Ia dikenal sebagai sosok di balik strategi "Hardwire" yang diluncurkan pada tahun 2021, yang bertujuan membangkitkan kembali merek dan menjangkau pengendara muda seiring dengan penuaan basis pelanggan utamanya, yaitu generasi baby boomer.