JAKARTA - Seorang petinggi produsen kendaraan roda dua Harley-Davidson disebutkan telah mengundurkan diri setelah membongkar mengenai kondisi perusahaan yang mengkhawatirkan dalam sebuah surat.
Dalam laporan Reuters, Sabtu, 12 April, anggota dewan yang mewakili pemegang saham terbesar kedua Harley yakni H Partners, Jared Dourdeville, mengatakan bahwa terjadi lunturnya budaya dalam perusahaan.
Surat tersebut menyebut bahwa terjadi ‘budaya yang terkikis’ dalam perusahaan disebabkan karena kepergian para pemimpin senior dan kebijakan kerja jarak jauhnya. Jared juga menyerukan mengenai pengunduran diri CEO Jochen Zeitz dan dua direktur lainnya.
Merespon hal ini, Harley-Davidson mengatakan bahwa Dourdeville memberikan suara menentang keputusan dewan direksi untuk tidak memberikan tawaran kepada kandidat CEO pilihannya.
SEE ALSO:
Situasi semakin tidak kondusif karena Dourdeville mengundurkan diri sebelum rapat yang dijadwalkan untuk membahas tuntutannya. Setelahnya, ia masih enggan memberikan komentar terkait hal tersebut.
Harley-Davidson telah mengumumkan rencana Zeitz untuk pensiun dari perusahaan pada tahun ini dan mengatakan bahwa ia akan tetap bekerja sampai perusahaan menemukan penggantinya.
Pabrikan kendaraan bermotor ikonik tersebut kini telah berjuang untuk menarik minat pengendara yang lebih muda. Hal ini disebabkan karena generasi sebelumnya, terutama baby boomer semakin menua.
Demi mengimbangi sebagian tekanan profitabilitas, perusahaan telah memperbarui jajaran produknya untuk tahun 2025 dengan menyertakan sepeda motor Touring dengan margin lebih tinggi dan mempertajam fokus pada operasi kendaraan kustom yang ditujukan kepada pelanggannya yang lebih kaya.