JAKARTA – Setelah menuai sukses besar lewat Xiaomi SU7 dan YU7 di pasar otomotif China, raksasa teknologi asal Beijing itu tampaknya tak ingin berhenti di situ. Xiaomi kini bersiap memperluas lini kendaraan listriknya dengan model baru yang tengah menjalani uji jalan ekstrem di kawasan pegunungan Xinjiang, China.
Dilansir dari CarNewsChina, Senin, 13 Oktober, mobil baru Xiaomi tersebut tertangkap kamera sedang diuji di kondisi geografis berat, memperlihatkan keseriusan perusahaan untuk memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik.
CEO Xiaomi Lei Jun pun turun langsung memantau proses uji coba. Dalam unggahannya di Weibo, ia mengonfirmasi kehadirannya di Tashkurgan, Xinjiang, untuk melakukan pengujian kendaraan di ketinggian ekstrem. Sejumlah petinggi Xiaomi lainnya, termasuk penasihat otomotif senior Hu Zhengnan, wakil presiden Zhang Jianhui, dan manajer umum departemen produk otomotif Yu Kai, juga ikut serta dalam pengujian tersebut — menandakan skala tes yang cukup besar.
Lei Jun membagikan momen tim pengujian Xiaomi menaklukkan Jalan Kuno Panlong, lintasan legendaris sepanjang 30 km dengan lebih dari 600 tikungan tajam di ketinggian 3.500 meter. Ia menyebut medan itu sebagai “tantangan nyata” bagi kendaraan dan pengemudi.
BACA JUGA:
Uji coba juga dilakukan di kaki Pegunungan Kunlun di Dataran Tinggi Pamir, yang memiliki ketinggian lebih dari 4.000 meter. Dalam kondisi cuaca ekstrem dan paparan sinar ultraviolet tinggi, lebih dari 20 insinyur Xiaomi fokus menguji ketahanan sistem hybrid, performa pengisian daya, hingga daya tahan terhadap radiasi UV.
Model baru yang diyakini bakal mengusung nama Xiaomi YU9 ini disebut-sebut akan menggunakan powertrain hybrid dengan jangkauan diperpanjang (EREV). Menurut laporan awal, SUV segmen-D ini kemungkinan membawa baterai 80 kWh yang mampu menempuh jarak lebih dari 400 km dalam mode listrik murni, sementara total jarak tempuh keseluruhannya masih dirahasiakan.
Dengan panjang sekitar 5,2 meter dan tinggi 1,8 meter, YU9 akan menjadi SUV terbesar dalam jajaran Xiaomi. Bocoran interior menunjukkan desain yang berbeda dari model sebelumnya, kemungkinan tanpa layar ganda khas SU7 dan YU7. Selain itu, YU9 diperkirakan akan hadir dalam beberapa varian, baik yang menggunakan sensor LiDAR maupun tanpa, untuk mendukung sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) generasi terbaru Xiaomi.