YOGYAKARTA – Saat Anda mengendarai mobil dan mendapati genangan air maupun banjir, jangan sembarangan menerjang. Pasalnya ada batas aman mobil melewati banjir yang haru diperhatikan. Batas aman tersebut dapat menjadi panduan untuk mencegah air masuk ke dalam kabin hingga mencegah kerusakan tertentu pada komponen mobil. Lalu seberapa batas aman mobil bisa menerjang banjir?
Batas Aman Mobil Melewati Banjir
Saat Anda menjumpai genangan air yang cukup dalam atau banjir disarankan untuk mencari alternatif jalan lain. Namun jika tidak ada pilihan selain menerjang banjir, Anda bisa menerjang namun dengan berbagai batasan salah satunya adalah memperhatikan batas aman kedalaman genangan. Batas aman tersebut disesuaikan dengan tinggi kolong mobil yang Anda kendarai.
Beberapa mobil berjenis MPV dan SUV seperti Mitsubishi Xpander Pajero Sport punya ground clearance yang tinggi. Dengan begitu aman untuk menerjang genangan air. Sedangkan untuk tipe mobil lain seperti sedan yang memiliki ground clearance rendah harus hati-hati saat menerjang genangan air.
Dilansir dari situs resmi Mitsubishi Motor, batas aman mobil menerjang banjir adalah maksimal 30 cm di bawah air intake (saluran udara). Untuk mengetahui hal tersebut Anda harus tahu di mana letak air intake mobil dan memperkirakan berapa ketinggian yang aman.
Atau bisa menggunakan cara yang lebih mudah yakni menerjang banjir dengan kedalaman tidak lebih dari setengah ukuran ban ketika mobil melaju.
BACA JUGA:
Hindari genangan air atau banjir yang dalamnya menyentuh intake atau melebihi ukuran setengah ban. Semakin tinggi kedalaman air makin besar pula risiko kerusakan pada komponen mobil. Kerusakan tersebut dipicu oleh masuknya air bercampur lumpur ke dalam mesin mobil.
Selain memperhatikan kedalaman banjir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni sebagai berikut.
- Pastikan tahu medan jalan
Sebelum menerjang banjir, pastikan pengemudi tahu medan jalan yang akan dilalui. Pasalnya banjir akan menutupi lubang yang atau parit yang ada di jalan raya. Pastikan melalui area jalan yang aman agar ban mobil tidak terjerembab ke dalam lubang.
- Hindari gelombang dan arus air yang terlalu deras
Perhatikan gelombang air yang muncul akibat kendaraan lain yang melaju di depan atau samping Anda dari arah berlawanan. Gelombang ini akan memicu kenaikan air sehingga sangat berpotensi masuk ke dalam mobil Anda. Hindari pula banjir berarus deras karena berbahaya untuk keselamatan Anda dan penumpang.
- Gunakan gigi satu atau L (matic)
Jika Anda mengendarai mobil manual sebaiknya minimalisir pergantian gigi atau injak kopling agar air tak masuk ke transmisi, sedangkan saat mengendarai mobil matik menggunakan gigi L. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi kerusakan setelah mobil terendam banjir.
Itulah informasi terkait batas aman mobil melewati banjir. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.