Bagikan:

JAKARTA – Sejarah hari ini, delapan tahun yang lalu, 27 Juli 2018, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengakui ilmu agamanya kurang. Narasi itu diungkap Prabowo karena dirinya banyak bergaul dengan petani hingga guru, ketimbang ulama.

Sebelumnya, kehadiran Prabowo sebagai oposisi pemerintah mendapatkan dukungan dari mana-mana. Dukungan itu salah satunya muncul dari kalangan ulama. Banyak di antaranya mendukung Prabowo maju dalam Pilpres 2019 mendatang.

Prabowo Subianto dikenal sebagai tokoh politik kesohor di Indonesia. Narasi itu muncul karena Prabowo kerap muncul dalam kontestasi politik tinggi, Pilpres. Popularitasnya meninggi kala Prabowo menantang Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014.

Prabowo pun menggerakkan seluruh kemampuan partai dan simpatisannya supaya bisa terpilih. Namun, Nasib berkata lain. Ia kalah dari Jokowi. Kekalahan itu tak lantas membuat Prabowo menepi sejenak.

Prabowo justru tetap aktif dalam dunia politik sebagai oposisi. Peran oposisi dijalankan Prabowo dengan baik. Ia mampu menjadi jembatan suara rakyat ke pemerintah. Kritik dari Prabowo pun terus berdatangan, kadang juga keras.

Berisiknya Prabowo membuatnya mendapatkan dukungan dari berbagai latar belakang. Kaum ulama pun tak mau ketinggalan. Dukungan itu terliihat kala Prabowo mulai mengorbitkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI Jakarta.

Dukungan Prabowo membawa kaum ulama banyak menjagokan Anies-Sandi. Narasi itu membuat Prabowo ikut mendukung kala kaum ulama bersuara terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Prabowo kemudian berterima kasih karena kaum ulama banyak mendukungnya.

"Saya terima kasih Habib Rizieq, keberanian Anda luar biasa. Ustaz Sambo, terima kasih, dengan kalian semua di belakang kami, kami tidak gentar. Kami berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan," ungkap Prabowo sebagaimana dikutip lamanKompas.com, 19 April 2017.

Kedekatan Prabowo dan ulama terus terbangun. Satu demi satu ulama menyatakan dukungan kepada rencana Prabowo maju dalam Pilpres 2019. Namun, Prabowo tak merasa dukungan itu karena dirinya unggul dalam ilmu agama.

Prabowo justru mengakui ilmu agamanya kurang pada 27 Juli 2018. Narasi itu diungkap Prabowo karena Prabowo mengakui banyak bergaul dengan petani hingga guru, ketimbang ulama. Beda hal jika dirinya ditanya urusan nasionalisme. Prabowo mengungkap nasionalismenya tinggi.

"Saya agak grogi hari ini karena jarang saya bicara dengan ulama, biasanya saya bicara (sebagai) TNI purnawirawan, agak grogi juga. Karena memang saya akui, saya tidak berasal dari pesantren, mungkin agama Islam saya kurang bagus,” ujar Prabowo Subianto dalam Ijtima Ulama di Jakarta, sebagaimana dikutip lamanKumparan, 27 Juli 2018.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+