JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 21 Juli 2022, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia tegas pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah harga mati. Pembangunan itu dianggapnya harus terus berjalan.
Sebelumnya, keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pindah ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa tak tertahankan. Ia merasa Jakarta sudah tak layak jadi ibu kota. Problema Jakarta yang padat dan macet jadi yang utama.
Tiada yang meragukan eksistensi Jakarta sebagai ibu kota Indonesia. Kondisi itu karena Jakarta bukan melulu strategis, tapi juga punya andil besar dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Banyak kejadian bersejarah hadir di Jakarta, dari Sumpah Pemuda hingga Proklamasi Kemerdekaan.
Alhasil, Jakarta yang dulunya dianggap sebagai kumpulan kampung-kampung berubah jadi kota metropolitan. Status Ibu Kota kemudian membuat perputaran ekonomi berkembang pesat. Namun, kemajuan itu tentu saja membawa masalah.
Jakarta mulai terasa padat dan macet. Belum lagi kualitas udara yang buruk dengan bencana banjir yang mengancam. Daftar itu membuat Presiden Jokowi menganggap Jakarta tak lagi cocok mengemban status ibu kota Indonesia.
BACA JUGA:
Keinginan Jokowi memindahkan ibu kota ke luar Pulau Jawa kian serius. Ia kemudian menetapkan Penajam Paser Timur, Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota yang baru. Singkat cerita lokasi itu kemudian dinamakan IKN.
Jokowi ingin membangun IKN sebagai simbol kemajuan bangsa. Ia menganggap IKN bak simbol pemerataan ekonomi. Jokowi pun mendaulat pejabat yang nantinya yang jadi Kepala Otorita IKN setingkat menteri. Alhasil, Jokowi tak lupa memohon doa restu kepada segenap rakyat Indonesia.
“Jadi program-program yang ada tentu tidak hanya semata-mata membangun fisik sekali lagi. Kami juga ingin membangun kerekatan sosial, ingin membangun masyarakat yang dinamis, yang vibrant, sehingga sekali lagi ini akan menjadi kota untuk semua,city for all.”
“Kami mohon dukungan semua lapisan masyarakat untuk sama-sama kita membangun kota Nusantara ini. Tujuannya supaya IKN menjadi kota yang sekali lagi inklusif, hijau, cerdas, dan berkelanjutan,” ungkap Bambang sebagaimana dikutip lamanmenpan.go.id, 11 Maret 2022.
Optimisme yang digulirkan Presiden Jokowi tak lantas membuat IKN bebas dari kritik. Banyak yang menganggap Jokowi terlalu memaksakan diri dan tak sedikit yang meramal IKN akan mangkrak. Narasi itu karena dana yang dikeluarkan untuk IKN terlampau besar.

Pemerintah dianggap gagal mendatangkan investor dari berbagai negara. Narasi itu kemudian membuat Bahlil angkat bicara untuk menepis kritik pada 21 Juli 2022. Menteri Investasi itu menganggap Pembangunan IKN adalah harga mati dan harus terus berjalan.
Bahlil pun menepis anggapan bahwa IKN sepi investor. Investornya sudah ada. Bahkan, banyak negara yang sudah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di IKN. Bahlil meminta segenap rakyat Indonesia percaya dan mendukung Pembangunan IKN.
"Saya ingin mengatakan bahwa investasi yang akan masuk ke IKN, negara-negaranya itu sudah ada. Tapi kami kan tidak mungkin ngomong setiap hari terus negara ini, negara ini (mau investasi). Sudah kayak omong kosong, gitu. Sudah, percaya. Investasi di IKN sudah ada, contoh UEA, Korea, Taiwan, China, banyak," ungkap Bahlil sebagaimana dikutip lamanANTARA, 21 Juli 2022.