JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 3 Juli 2023, lembaga survei, Voxpopuli proyeksikan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menang Pilpres 2024. Kemenangan itu diungkap karena elektabilitas Prabowo tertinggi dibanding calon lainnya.
Sebelumnya, Prabowo dikenal berkali-kali ikut Pilpres dan gagal. Keberuntungan kemudian hadir kala Prabowo merapat jadi bagian dalam pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Narasi itu membuat elektibilitas Prabowo meningkat tajam.
Tiada Kawan dan lawan yang abadi dalam dunia politik. Narasi itu telah kesohor di mana-mana. Contohnya pun bejibun. Ambil contoh antara tokoh nasional Jokowi dan Prabowo. Keduanya pernah dikenal sebagai musuh bebuyutan.
Keduanya pernah bertarung dalam Pilpres 2014. Tiap kandidat mencoba membawa janji politik yang mampu meningkat hajat hidup rakyat. Namun, kontestasi politik hanya menyediakan dua ruang saja: menang dan kalah.
Jokowi muncul sebagai pemenang dan jadi Presiden Indonesia. Prabowo jadi pihak yang kalah dan memilih jadi oposisi. Prabowo yang memilih oposisi kemudian mampu memainkan perannya dengan baik.
Ia jadi oposisi yang berisik. Segala macam kebijakan tak pro rakyat dari pemerintah segera dikritik. Narasi itu membuat Prabowo mendapatkan dukungan dari rakyat. Alhasil, Prabowo percaya diri untuk ikut Pilpres 2019 dan berjumpa Kembali dengan Jokowi.
BACA JUGA:
Masalahnya keberuntungan tak menghampiri Prabowo. Jokowi kembali jadi pemenang. Namun, Jokowi menawarkan opsi kepada Prabowo yang telah lama jadi oposisi masuk ke pemerintahan. Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Prabowo.
Prabowo yang dulunya lawan kini berkawan dengan Jokowi. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. Istimewanya Keputusan itu tak sepenuhnya mengundang polemik. Prabowo diuntungkan. Ia masuk jajaran menteri yang berkinerja baik.
“Prabowo Subianto menteri dengan kinerja baik sebanyak 16,8 persen, Erick Thohir 14,3 persen, Mahfud Md 9,6 persen," demikian keterangan tertulis dari survei Charta Politika sebagaimana dikutip lamandetik.com, 29 Maret 2020.
Keuntungan berkolaborasi dalam pemerintahan Jokowi kemudian mulai dinikmati Prabowo. Ia banyak dijagokan sebagai pemenang dalam Pilpres 2024 mendatang. Popularitas Prabowo dianggap akan mengalahkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Sederet Lembaga survei pun mulai mengungkap hal yang sama. Ambil contoh Voxpopuli pada 3 Juli 2023. Lembaga survei itu memproyeksikan bahwa Prabowo akan memenangkan Pilpres 2024 untuk satu atau dua putaran.
Narasi itu karena Voxpopuli dalam surveinya mengungkap elektabilitas Prabowo mencapai 39,0 persen sedang Ganjar Pranowo mencapai 36,0 persen dan Anies Baswedan hanya 18,8 persen. Alhasil, Prabowo bak diramal akan memenangkan Pilpres 2024 mendatang.
“Dalam skenariohead-to-head, Prabowo berpeluang mengalahkan Ganjar,” ujar Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center, Achmad Subadja sebagaimana dikutip lamanANTARA, 3 Juli 2023.