Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 24 Juni 2023, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri tegaskan ke rakyat Indonesia jangan memilih pemimpin modal ganteng saja. Narasi itu diungkapnya karena pemimpin harus bisa bekerja.

Sebelumnya, tiada yang meragukan panasnya jalan menuju Pilpres 2024. Mesin-mesin partai mulai mengumpulkan amunisinya. Mereka mulai mencari capres dan cawapres yang tepat untuk mewakili kepentingan segenap rakyat Indonesia.

Konstitusi Indonesia tak merestui seorang Presiden dapat menjabat hingga tiga periode. Narasi itu membuat wacana Joko Widodo (Jokowi) menjabat tiga periode sirna. Segenap partai politik pun mulai mencari jagoan lain untuk berebut suara dalam Pilpres 2024 mendatang.

Segala macam tokoh politik mulai muncul masuk daftar populer kandidat capres dan cawapres. Narasi itu membuat banyak partai politik mulai mencari dan memilih tokoh yang dapat mewakili kepentingan segenap rakyat Indonesia.

Istimewanya kandidat capres mulai mengerucut kepada tiga nama besar. Antara lain Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo. Nama-nama itu kemudian mulai masuk ke dalam radar parpol. Ambil contoh PDIP.

Partai pemenang Pemilu 2019 itu tentu takkan menyia-nyiakan kesempatan memajukan capres dan cawapres. Apalagi, PDIP tanpa harus berkoalisasi dapat mencalonkan sendiri capres dan cawapresnya.

Ketua Umum PDIP, Megawati pun angkat bicara. Ia menganggap posisi PDIP memang kuat. Namun, ia tak menutup pintu jika ada pihak parpol lain untuk berkolaborasi dalam membangun bangsa dan menyodorkan nama capres atau cawapres.

Megawati percaya diri bahwa PDIP mampu menghadirkan calon pemimpin bangsa yang pro rakyat kecil. PDIP pun yakin kemenangan dapat kembali diraihnya. Narasi itu karena Jokowi saja bisa mereka menangkan dua kali dalam Pilpres 2014 dan 2019.

“Padahal kita itu sebetulnya boleh bawa capres dan cawapres sendiri loh. Tapi saya membuka pintu, karena apa, sifat kita adalah kekeluargaan dan gotong-royong,” ungkap Megawati dalam puncak perayaan Bulan Bung Karno di Jakarta sebagaimana dikutip lamankompas.com, 24 Juni 2023.

Megawati pun tak lupa mengingatkan segenap rakyat Indonesia untuk pandai dalam memilih pemimpin. Megawati juga ingatkan jangan memilih pemimpin modal ganteng saja. Megawati berpesan seperti itu karena dirinya pengalaman mengikuti Pilpres dua kali pada 2004 dan 2009.

Kala itu Megawati mengetahui bahwa ada orang yang memilih hanya lewat tampang capresnya saja, bukan dari kinerja atau prestasi. Kondisi itu membuat Megawati miris dan tak ingin pola yang sama kembali terjadi pada Pilpres 2024 mendatang.

"Kalau mau milih pemimpin jangan hanya lihat tampangnya. Aduh Ibu suka pusing. Ada dulu ya, kan waktu dulu Ibu mau jadi presiden lagi, terus ada ibu-ibu bilang begini, 'Aduh Ibu, maaf. Sebetulnya saya mau milih Ibu lagi, tapi saya kok kepingin milih yang ganteng'," ujar Megawati sebagaimana dikutip lamandetik.com, 24 Juni 2023.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+