JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 17 Juni 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim relawan pendukungnya punya peran penting bangun Indonesia. Jokowi menilai relawan dapat mengoreksi dan mengevaluasi kebijakan yang diambil oleh pemerintah.
Sebelumnya, Jokowi tak pernah meragukan kekuatan relawan pendukungnya dalam kontestasi politik sekelas Pilpres. Dua kali Pilpres, dua kali pula Jokowi memenangkan pertarungan. Narasi itu membuat Jokowi yakin kekuatan relawan tak bisa dianggap remeh.
Tiada yang meragukan eksistensi Jokowi jadi Wali Kota Surakarta era 2005-2012. Kepemimpinan itu membuat nama besar Jokowi terangkat. Kepemimpinannya yang dikenal humanis dengan gaya blusukan keluar masuk kampung dianggap efektif meningkat hajat hidup warga Solo.
Jokowi kemudian mencari tantangan baru. Keinginan Jokowi bersambut. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang notabene kendaraan politiknya meminta Jokowi maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2012.
PDIP menganggap warga DKI Jakarta butuh sosok pemimpin seperti Jokowi. Suatu sosok yang mampu menata dan mempercantik Jakarta. Jokowi kemudian dipasangkan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub DKI Jakarta 2012 dan menang.
Jokowi lalu banyak diuntungkan sebagai pemimpin Jakarta. Gaya kepemimpinannya yang pro rakyat tak pernah luput dari sorotan kamera. Gaya blusukannya membawa kekaguman dan diikuti oleh banyak kepala daerah lainnya.
Belakangan, relawan yang menyuarakan Jokowi untuk jadi Presiden Indonesia bermunculan. Gayung pun bersambut, PDIP kemudian memajukan Jokowi dalam Pilpres 2014. Hasilnya, banyak relawan yang bergerak menyakinkan segenap rakyat untuk memilih Jokowi.
BACA JUGA:
Puncaknya Jokowi menang dan jadi Presiden Indonesia. Jokowi pun melihat relawan, termasuk yang tergabung dalam Pro Jokowi (Jokowi) memiliki militansi yang tinggi. Ia kemudian punya harapan supaya relawan aktif dalam membangun negara.
"Saya meyakini relawan Projo ini bukan relawan kardus, betul-betul relawan yang (punya) militansi, punya semangat daya juang yang tinggi, ingin ikut memperbaiki negara ini. (Pengarahan) ini biar rekan-rekan relawan memiliki semangat, memiliki militansi yang tinggi, mereka ingin berbuat baik untuk negara.”
"Dari dulu kan kita selalu menyampaikan optimisme, menyampaikan program, menyampaikan apa yang sudah kita kerjakan. Saya kira memang ini sekali lagi, kontestasi ini harus diisi dengan kontestasi program, adu program, adu ide, gagasan. Saya kira ini akan mendewasakan dan mematangkan cara-cara berpolitik masyarakat," ujar Jokowi sebagaimana dikutip laman ANTARA, 16 September 2018.
Belakangan Jokowi kian memuji eksistensi relawan pendukungnya pada 17 Juni 2023. Jokowi menganggap relawan tak melulu berguna kala Pemilu saja. Namun, relawan punya peran penting dalam membangun Indonesia.
Jokowi menganggap relawan dapat mengoreksi dan mengevaluasi kebijikan yang dibuat oleh pemerintah. Relawan dapat memberikan masukan yang membangun. Semuanya supaya hajat hidup rakyat Indonesia bisa terangkat.
"Untuk koreksi kebijakan, untuk evaluasi kebijakan, untuk memperbaiki kebijakan, memberikan masukan-masukan mengenai apa yang terjadi di bawah untuk diambil sebuah kebijakan. Ini yang sebetulnya penting.”
"Pentingnya relawan itu di sini bukan saat hanya urusan politik, saat Pilkada, Pilgub, Pilpres, tapi dalam perjalanan itu juga harus diingatkan. Saya ini manusia biasa yang penuh dengan kekurangan yang sering juga khilaf, tapi kalau diingatkan terus. Pak yang kemarin itu keliru, pak bisa dikembalikan lagi ke yang benar’," ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamanANTARA, 17 Juni 2023.