JAKARTA - Memori hari ini, delapan tahun yang lalu, 12 Juni 2019, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wakil Presiden Indonesia terpilih, Maruf Amin klaim dirinya keturunan ke-14 dari Raja Sumedang Larang, Prabu Geusan Ulun. Ia kemudian berterima kasih kepada segenap warga Sumedang yang mendukung kiprahnya.
Sebelumnya, tiada yang meragukan eksistensi Maruf sebagai Ketua MUI. Andilnya sebagai ulama mampu membawa MUI membela hajat hidup umat Islam. Narasi itu membuatnya dipinang Jokowi jadi Wapres dalam Pilpres 2019.
Maruf Amin bukan orang baru dalam dunia politik Indonesia. Ia memang memulai karier sebagai sebagai guru agama dan dosen. Bidang pendidikan dan dakwah itu dijadikan wadah untuk memperkuat pemahaman umat Muslim terkait Islam yang lebih luas.
Kiprah itu tak membuat Maruf cepat puas. Ia kemudian ingin mengabdikan diri ke dalam ormas Islam. Ia kemudian aktif dalam gerakan Pemuda Ansor – bagian dari Nahdlatul Ulama (NU). Narasi itu nyatanya menjadi awal Maruf masuk ke dalam dunia politik Indonesia.
Maruf kian aktif bersama NU. Istimewanya Maruf ketiban mujur. Ia mampu jadi wakil rakyat pada 1971. Ia perlahan-lahan jadi petinggi NU. Singkat cerita, jalan itu membawa Maruf jadi ulama besar. Belakangan Maruf pun ingin fokus memperkuat jalan dakwah dalam hidupnya.
Ia mencoba menjadi bagian MUI. Lembaga itu dianggapnya punya andil besar dalam memperjuangkan hajat hidup umat Islam. Kariernya menanjak dan ia terpilih memimpin MUI pada 2017.
Eksistensinya membela hajat umat Islam dikenal. Ia jadi salah satu orang yang bersuara keras kala kasus penistaan agama Islam oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Muncul.
BACA JUGA:
Sederet kiprah itu kemudian membuat Jokowi kepincut. Jokowi meminangnya menjadi Cawapres yang akan berlaga pada Pilpres 2019. Maruf pun membeberkan alasan ia dipilih Jokowi. Maruf dipilih karena dirinya berasal dari kalangan ulama dan punya cita-cita membangun bangsa.
"Setelah melalui perenungan yang mendalam dan dengan mempertimbangkan saran dari berbagai elemen masyarakat. Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 adalah Prof Dr KH Maruf Amin," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana dikutip lamanANTARA, 9 Agustus 2018.
Kondisi itu membuat maruf bergerak menggalang dukungan. Hasilnya Jokowi dan Maruf jadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih. Maruf pun tak ingin ada yang meragukan kapasitasnya dalam memimpin bangsa.
Ia kemudian mengklaim dirinya sebagai Keturunan ke-14 dari Raja Sumedang Larang, Prabu Geusan Ulun pada 12 Juni 2018. Ia menganggap status itu membuatnya kian teguh dalam membangun kemaslahatan bagi rakyat.
Ia kemudian senang masyarakat Sumedang telah mendukungnya pada Pilpres 2019. Apalagi, Maruf dinobatkan masuk menjadi keluarga besar Rukun Wargi Sumedang (RWS) yang merupakan keturunan raja dan para Pangeran Sumedang.
“Saya merasa terhormat diakui sebagai wargi Sumedang. Dari silsilah keturunan raja Sumedang Larang saya merupakan keturunan ke-14 dari Prabu Geusan Ulun, Raja Sumedang Larang. Seorang ulama juga seorang umara adalah tugas berat. Akan tetapi dengan spirit ikatan persaudaraan ini, saya optimis kemaslahatan ini akan dipegang teguh sesuai apa yang telah dicontohkan Prabu Geusan Ulun,” ujar Maruf sebagai dikutip lamanTribunnews.com, 12 Juni 2019.