JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 9 Juni 2023, Menteri koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dukung petugas asing (bule) jadi pengawas proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Narasi itu diungkap supaya proses pengerjaan proyek mulus dan terukur.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi orang yang paling ngotot memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke IKN. Jokowi ingin jadikan IKN sebagai contoh kota modern di Indonesia. Ia ingin supaya pembangunannya tak mangkrak.
Perkembangan Ibu Kota Jakarta sangat pesat. Arus kehidupan dan bisnis tak pernah sepi. Narasi itu membuat pembangunan seraya tak pernah berhenti di Jakarta. Namun, masalah baru muncul. Jakarta menjadi kota dengan banyak problema.
Pertumbuhan penduduk tinggi. kondisi itu membuat Jakarta padat dan macet. Belum lagi kian parah dengan masalah lain seperti polusi dan banjir. Presiden Jokowi pun tak tinggal diam. Ia mengamati benar posisi Jakarta yang dianggapnya sudah tak layak lagi jadi Ibu Kota Indonesia.
Ia menganggap pembangunan fasilitas pemerintahan sudah terbatas. Ia mulai memikirkan memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Belakangan pilihan Jatuh ke kawasan Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur – kemudian dikenal sebagai kawasan IKN.
Jokowi kemudian meminta izin dan dukungan kepada segenap rakyat Indonesia. Ia mengklaim pembangunan IKN bukan idenya saja, tapi keinginan rakyat. Jokowi pun mencoba mengungkap bahwa IKN akan jadi simbol identitas baru Indonesia.
IKN akan jadi representasi kemajuan bangsa. Narasi itu karena Jokowi ingin IKN terdepan dari banyaknya kota di Indonesia. IKN dianggap sebagai kota yang dari segala macam masalah seperti polusi dan macet. Ia mencoba memastikan bahwa perjalanan pembangunan IKN takkan mangkrak.
BACA JUGA:
"Pada kesempatan yang bersejarah ini. Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan.”
"Ibu kota baru dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsepmodern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Gedung Parlemen sebagaimana dikutipKompas.com, 16 Agustus 2019.
Keinginan Jokowi melihat IKN serius dibangun tak menunggu waktu lama. Jajaran pemerintahannya ikut mendukung penuh langkah Jokowi. Ambil contoh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan pada 9 Juni 2023.
Luhut memastikan pekerja terbaik yang akan terlibat dalam proyek IKN. Luhut memastikan pekerja luar negeri –bule jadi pengawas proyek IKN. Ia mendukung penuh langkah itu karena pekerja asing dianggap bisa menjaga kualitas pekerjaan jadi bagus.
"Kemarin di Singapura kita jualan mengenai ini dan mereka sangat antusias dan semua masuk dan kita berharap 17, bukan berharap, harus 17 Agustus tahun depan kita bisa acara di sana. Tapi kualitas pekerjaan itu menjadi kunci.”
"Oleh karena itu, saya melapor Bapak Presiden pengawas itu kita terpaksa dengan segala hormat kita pakai bule-bule untuk menjadi kualitas. Jadi, jangan nanti, Presiden itu, (pekerjaan) jadi, tapi kualitasnya tidak bagus," ujar Luhut sebagaimana dikutip lamandetik.com, 9 Juni 2023.