JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 8 Juni 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap dirinya sangat dekat dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri. Ia mengungkap Megawati seperti ibunya sendiri.
Sebelumnya, andil Jokowi jadikan PDIP sebagai kendaraan politik bawa kesuksesan. Jokowi jadi politikus yang tak pernah kalah dalam kontestasi politik. Narasi itu kemudian membuat Jokowi dekat dengan Megawati.
Dunia politik Indonesia sulit ditembus tanpa bergabung dengan partai politik. Kondisi itu dibuktikan oleh Joko Widodo (Jokowi). Jejaknya sebagai pengusaha takkan cukup membuat Jokowi naik sebagai kepala daerah.
Narasi itu membuat Jokowi mencari kendaraan politik yang mendukung misi politiknya. Jokowi dan PDIP kemudian menjelma jadi satu kekuatan kuat. Tiada kontestasi yang tak bisa dimenangkan oleh Jokowi. Ia membuktikannya dengan berhasil jadi Wali Kota Surakarta era 2005-2012.
Ia jadi kepala daerah yang memahami keinginan warganya. Hajat hidup warga Solo pun terangkat. Keberhasilan Jokowi kemudian tercium ke seantero Indonesia. Narasi itu membuat PDIP mulai memajukan Jokowi ke panggung nasional.
Jokowi kemudian dimajukan sebagai Cagub dalam Pilgub DKI Jakarta 2012. Kondisi itu membuat Jokowi dekat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Keduanya kemudian banyak berdiskusi terkait segala problema yang dihadapi bangsa Indonesia.
Dukungan Megawati dan PDIP berbuah manis. Jokowi menang dan jadi Gubernur DKI Jakarta era 2012-2014. Alhasil, banyak yang mulai meramal Jokowi akan jadi pemimpin Indonesia masa depan. Jokowi pun didorong maju dalam Pilpres 2014.
BACA JUGA:
Awalnya PDIP akan memajukan Megawati. Namun, popularitas Jokowi meningkat, Megawati akhirnya memberikan restu kepada Jokowi maju dan berhasil menjadi Presiden Indonesia hingga dua periode.
"Ibu Megawati Soekarnoputri secara khusus memberikan selamat kepada Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Kepada Pak Jokowi, beliau secara khusus berharap agar pada periode kedua ini, tidak hanya perhatian yang begitu besar bagi pembangunan manusia Indonesia yang menjadi skala prioritas utama.”
"Sebab periode kedua bagi Pak Jokowi ini memberikan basis legitimasi kekuasaan yang lebih besar. Dengan dukungan lebih dari 60 persen di DPR RI, maka pemerintahan tidak hanya lebih solid, kuat, dan efektif," ungkap Sekertaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto sebagaimana dikutip lamanLiputan6.com, 21 Mei 2019.
Kedekatan Jokowi dan Megawati terus terjalin. Jokowi banyak meminta pandangan Megawati untuk merumuskan banyak kebijakan. Jokowi menganggap Megawati punya pengalaman besar sebagai Presiden Indonesia era 2001-2004.
Jokowi kemudian mengakui bahwa kedekatannya dengan Megawati bukan sekedar mentor dan murid saja pada 8 Juni 2022. Jokowi mengungkap bahwa kedekatannya dengan Megawati bak hubungan antara ibu-anak. Megawati dianggap sudah seperti ibunya sendiri.
Kedekatan antara Jokowi dan Mega kemudian menepis dasas-desus hubungan keduanya retak. Isu itu muncul karena berbagai macam perpedaan pandangan antara Jokowi dan Megawati menjelang tahun politik 2024.
"Bu Mega itu seperti ibu saya sendiri. Saya sangat sangat sangat menghormati beliau, Ibu Mega, dan hubungan anak dan ibu ini, itu hubungan batin. Saya sangat hormat kepada beliau, yang selalu penuh dengan rasa kepercayaan, yang tidak pernah berubah. Kalau dalam perjalanan panjang kadang-kadang ada perbedaan dalam anak-ibu itu wajar-wajar saja. Biasa," ujar Jokowi sebagaimana dikutip lamanCNN Indonesia, 8 Juni 2022.