Bagikan:

JAKARTA – Memori hari ini, lima tahun yang lalu, 13 September 2020, ulama kondang, Syekh Ali Jaber ditusuk orang tidak dikenal di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Peristiwa itu membuat Syekh Ali segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

Sebelumnya, Syekh Ali dikenal sebagai ulama kondang di Indonesia. Jadwal ceramahnya ke berbagai wilayah Nusantara kerap penuh. Ia mampu hadirkan wujud Islam yang penuh kasih sayang.

Tiada yang meragukan umat Islam Indonesia dalam hal memuliakan kaum ulama. Kaum ulama kerap dijadikan pedoman umat Islam yang baik. Perkara gaya berceramah seorang ulama semuanya tergantung selera.

Indonesia menjamin kebebasan seseorang untuk menyukai ulama tertentu. Ada yang suka ulama yang menyejukkan. Ada pula suka ulama yang menggebu-gedu. Semuanya punya basis pengikut sendiri-sendiri. Namun, ada satu ulama yang kiranya bisa masuk ke semua kalangan: Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali nyaman berada di antara umat muslim Indonesia. Begitu pula sebaliknya. Umat Islam Indonesia suka dengan ceramah Syekh Ali. Gaya berceramahnya yang tenang jadi daya tarik utama. Gaya itu membuatnya bak mampu menghadirkan Islam yang penuh kasih sayang.

Belakangan jadwal ceramahnya bejibun, dari kota ke kota lainnya. Semua acaranya selalu mendapatkan sambutan meriah. Namun, tidak kala Syekh mengisi ceramah di Bandar Lampung pada 13 September 2020. Kehadiran Syekh Ali memang ditunggu-tunggu.

Orang yang menanti kedatangannya bejibun di Masjid Masjid Falahuddin, Bandar Lampung. Namun, belum lama mengisi ceramah, tiba-tiba Syekh Ali diserang orang tak dikenal dengan pisau. Senjata tajam itu mengenai lengan kanan Syekh Ali. Orang-orang kemudian heboh dan mengamankan pelaku penusukan.

“Pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke panggung dan menusuk syekh. Tusukannya di lengan sebelah kanan. Kami semua tidak menyangka, anak itu lari dari sebelah kanan, kami kira ingin memberikan handphone ke Ali Jaber. Syech juga langsung di bawa ke luar dari Masjid Falahuddin untuk mendapatkan perawatan," ungkap warga setempat yang berada di lokasi, Andika sebagaimana dikutip laman kompas.com, 13 September 2020.

Berita penusukan Syekh Ali menyebar ke mana-mana. Kalangan pejabat negara mulai ramai mengutuk pelaku penusukan. Mahfud MD, salah satunya. Mahfud tak habis pikir orang bisa memusuhi Syekh Ali yang selalu ceramah menenangkan. Pelaku penusukan bernama Alfin Andrian, seorang pemuda dari kampung setempat yang saat itu masih berusia 23 tahun.

Gambar dari tangkapan layar saat Syeikh Ali Jaber diserang dan ditusuk seorang pemuda bernama Alfin Andrian saat memberi ceramah di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung pada 13 September 2020. (Tangkapan Layar)

Mahfud menganggap pelaku penusukan telah merusak kedamaian. Barang siapa yang memusuhi hingga mencelakai ulama harus mendapatkan hukuman setimpal. Mahfud pun meminta kepolisian segera mencari tahu jaringan yang terafiliasi dengan pelaku penusukan.

"Pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan yang memusuhi ulama sehingga harus diadili secara fair dan terbuka, serta dibongkar jaringan-jaringannya yang mungkin ada di belakangnya. Selama ini beliau selalu berdakwah sekaligus membantu satgas COVID-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyadarkan umat agar melakukan salat di rumah pada awal-awal peristiwa korona," ujar Mahfud sebagaimana dikutip laman tempo.co, 13 September 2020.

Syeikh Ali Jaber berasal dari Arab Saudi, lahir di Madinah pada 3 Februari 1976. Dia meninggal dunia di Jakarta karena sakit akibat terpapar COVID-19 pada 14 Januari 2021 dan dimakamkan di Cipondoh, Tangerang, Banten.