JAKARTA – Memori hari ini, enam tahun yang lalu, 11 September 2019, Majelis Ulama Indonesia (MUI) imbau masyakat untuk salat gaib atas wafatnya mantan Presiden Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Imbauan itu dilakukan supaya rakyat Indonesia ramai-ramai mendoakan Habibie.
Tujuannya supaya Habibie dapat rahmat dan ampunan dari Sang Pencipta. Sebelumnya, Habibie dikenal tokoh nasional yang berprestasi. Gebrakannya semasa jadi menteri hingga Presiden Indonesia bawa kekaguman. Ia pun terus mendukung pemimpin Indonesia selanjutnya.
Tiada yang meragukan kecerdasan seorang Habibie. Kondisi itu yang membuat Presiden Soeharto kepincut jadikan Habibie sebagai orang penting di Indonesia. Habibie diangkatnya jadi Menteri Riset dan Teknologi sedari 1978.
Jabatan itu membuat Habibie meningkatkan iklim riset dan peningkatan pengembangan teknologi di Indonesia. Habibie pula yang jadi salah satu otak yang menegaskan bahwa Indonesia bisa buat pesawat terbang sendiri. Keberhasilan itu membuatnya populer di seantero Indonesia.
Habibie jadi idola anak-anak Indonesia di era Orde Baru (Orde). Semuanya hampir punya cita-cita sama, yakni jadi seperti Habibie. Takdir pun tak hanya membuatnya mengurusi urusan riset dan teknologi. Belakangan ia menjadi Wakil Presiden Indonesia.
BACA JUGA:
Kemudian, ia didaulat sebagai Presiden Indonesia yang baru pada 1998. Habibie justru memiliki tugas besar. Ia harus memikirkan seisi Indonesia. Habibie mencoba berjuang mengembalikan nilai tukar rupiah dan berhasil.
Kepimpinannya sebagai Presiden memang sebentar. Namun, pengaruhnya besar. Habibie tak lantas memilih menepi dari dunia politik Indonesia. Ia terus dengan aktif memberikan masukan dan kritik kepada pemimpin Indonesia, dari era Gus Dur hingga Joko Widodo (Jokowi).
Keinginannya berbagi pengalaman sangat kuat. Namun, karena faktor usia dan komplikasi kesehatan kegiatan itu dikurangi. Belakangan kesehatannya mulai memburuk pada 2019. Berita yang paling dihindari bahwa Habibie meninggal dunia pun hadir pada 11 September 2019.
“Perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dengan pemerintah menyampaikan duka yang mendalam, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Bapak Prof. B.J. Habibie, tadi jam 18.05 di RSPAD Gatot Soebroto.”
“Bapak Habibie kita kenal sebagai seorang ilmuwan kelas dunia, juga Bapak Teknologi Indonesia, serta beliau adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Beliau berpulang ke Rahmatullah dalam usia 83 tahun, dan nantinya dari Rumah Sakit Gatot Soebroto akan dibawa ke rumah duka beliau di Kuningan,” terang Jokowi sebagaimana dikutip laman Sekretariat Kabinet, 11 September 2019.
MUI ikut mengungkap duka citanya. Organisasi ulama itu ikut mendoakan supaya amal kebaikan Habibie diterima Sang Pencipta. Kondisi itu membuat MUI mengimbau masyakarat untuk melakukan salat gaib pada 11 September 2019.
Imbauan itu supaya Habibie mendapatkan rahmat dan dilampang kuburnya dan masuk surga. MUI menganggap Habibie tokoh nasional yang wajib mendapatkan penghargaan besar. Kondisi itu karena jasa beliau bagi bangsa dan negara besar.
“Lusa, usai salat Jumat pada 13 September nanti dapat melakukan salat gaib di seluruh masjid di Indonesia untuk mendoakan beliau almarhum BJ Habibie,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Nadjamuddin Ramly sebagaimana dikutip laman Antara, 11 September 2019.