Mengenang <i>A Night At Schouwburg</i>, Pertunjukan Sekaligus Album Terbaik Naif yang Diproduseri Emil
Naif (Instagram/@naifband)

Bagikan:

JAKARTA - Emil Hussein dan Pepeng (Franki Indrasmoro) resmi meninggalkan Naif. Kehilangan besar. Naif bukan cuma apik di studio. Naif adalah pengalaman istimewa menonton pertunjukan musik. Kami ingat betapa kerennya album A Night At Schouwburg yang direkam di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dalam Festival Schouwburg VII.

Keterangan terbuka Emil soal mundurnya dia dan Pepeng diungkap di program pengarsipan musik, Shindu's Scoop. Menurut Emil, ia telah pamit dari Naif sejak September 2020.

"Sejak September tahun lalu (2020) gue cabut. Gue pamit sama anak-anak. Cuma (menurut) enggak ada urgensinya mengumumkan sesuatu," tutur Emil.

"Naif itu beyond music buat gue. Jangankan sama personel. Sama kru juga (dekat). Tiap kali ada event, itu tempat gue untuk have fun. Gue udah enggak peduli sama panggungnya. Ketemu anak-anak dan kru jadi ajang melepas stres. Ketika pandemi datang, gue me-reset ulang gue mau ngapain di Naif," kata Emil Hussein.

Emil Hussein (Instagram/@emilhussein)

Emil mengaku ini bukan keputusan mudah. Namun, ketika keputusan ini terjadi, Emil meyakini segalanya telah dipertimbangkan dengan matang.

Emil menyatakan ke depan dirinya akan berfokus mengurus bisnis kuliner dan sneakers yang telah dirintisnya. Dalam kesempatan itu Emil juga mengungkit keputusan Pepeng mengikuti jejaknya beberapa pekan kemudian.

"Gue bikin sesuatu harus ada maknanya meaning-nya. Ketika itu udah enggak ada, buat apa lagi berlama-lama. 25 tahun sudah cukup. Lebih elegan juga untuk gue pamit dibanding stay tapi enggak ngapa-ngapain. Beberapa minggu kemudian Pepeng cabut."

A Night At Schouwburg

Malam minggu, 20 September 2008 jadi malam yang sangat menyenangkan bagi hati, mata, dan telinga. Emil, Pepeng, David, dan Jarwo mengisi seri pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Festival Schouwburg VII.

Lebih dari dua jam, Naif membawakan 20-an lagu. Bukan setlist biasa yang banyak kita nikmati di festival musik dua tiga tahun belakangan.

Naif membawa amunisi terbaiknya ke Festival Schouwburg VII, termasuk Katakan Iya, Lets Go Disco, Ajojing, serta Televisi.

"Enggak pernah rela nih ninggalin GJK kalau begini. Such a great night," ungkap David di tengah lagu Aku Rela, sebelum kemudian memperkenalkan seluruh pemain di atas panggung.

Perkenalan para pemain di atas panggung bahkan jadi hiburan. Iya, kita semua tahu betapa interaktifnya David. Tapi hari itu David masih bocor.

Ilustrasi foto Naif di sebuah panggung (Instagram/@naifband)

"Die sih jago kagak, ye. Tapi karismatik. Muke udah kayak kuda. Tapi karismanya," tutur David memperkenalkan Jarwo.

Tak cuma berempat. Malam itu Naif berkolaborasi dengan sejumlah musisi tamu. Mereka adalah Marusya Nainggolan (piano), Herry Kurniawan (trompet), Santos (cello).

Naif juga dibantu Krisna Prameswara (piano/hammond organ) dan Wawan (gitar) sebagai additional musician. Seluruh pertunjukan ini direkam menjadi album yang dirilis Naif satu tahun kemudian, pada 2009, tepatnya dalam rangka merayakan ulang tahun Naif ke-13.

Album itu diberi judul A Night At Schouwburg. Album ini diproduseri oleh Emil, diproduksi Electrified Records, dan direkam secara live oleh Winjaya.

A Night At Schouwburg (Sumber: naifband.com)

Selain Emil, personel Naif lainnya, Jarwo juga berperan sebagai operator mixing dalam produksi album A Night At Schouwburg. Album A Night At Schouwburg sangat hidup tanpa proses editing dan tambal sulam.

Kesalahan-kesalahan minor di atas panggung dapat kita nikmati di album ini. Album A Night At Schouwburg diproduksi secara terbatas, hanya 500 kopi. Setiap pembelian album disertai bonus merchandise dan aksesoris eksklusif dari Naif.

Album ini diproduksi sebagai double album, dengan daftar lagu sebagai berikut:

  • Introduction/Medley: Piknik '72/Johan & Enny/Janji Setia/Rumah Yang Yahud
  • Jikalau
  • Benci Libur
  • Ceriakan Dunia
  • Uang
  • Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia
  • Bunga Hati
  • Senang Bersamamu
  • Penari Langit
  • Pujaan Hati
  • Di Mana Aku Di Sini
  • Itulah Cinta
  • Televisi
  • Let's Go Disco
  • Katakan Iya
  • Nyali
  • Ajojing
  • Air Dan Api
  • Aku Rela
  • Posessif

*Baca Informasi lain soal MUSIK atau baca tulisan menarik lain dari Yudhistira Mahabharata.

 

BERNAS Lainnya