Bagikan:

YOGYAKARTA - Kombucha semakin populer di Indonesia sebagai minuman fermentasi yang dianggap menyehatkan. Minuman ini sering dipromosikan sebagai sumber antioksidan dan probiotik yang baik bagi tubuh. Namun, apakah kombucha aman dikonsumsi anak?

Orangtua perlu berhati-hati karena kombucha mengandung gula dan alkohol dari proses fermentasi. Meski kadarnya biasanya kecil, kandungan gula dan alkohol dalam kombucha tetap perlu diperhatikan jika dikonsumsi oleh anak. Untuk memahami lebih jauh, mari mengenal apa itu kombucha dan apakah minuman ini aman bagi anak.

Apa Itu Kombucha?

Dilansir dari Healthline, kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh yang biasanya dibuat dari teh hitam atau teh hijau dengan tambahan gula. Proses fermentasi berlangsung sekitar 7 hingga 10 hari dengan bantuan mikroba khusus yang disebut SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Mikroba ini mengubah gula menjadi berbagai senyawa, termasuk asam organik dan sedikit alkohol.

Minuman bersoda ini dipercaya berasal dari China dan menjadi menjadi populer di berbagai negara karena dianggap memiliki manfaat kesehatan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kombucha mengandung antioksidan dan memiliki potensi sifat antimikroba.

Untuk produk kombucha yang dijual di toko, kadar alkohol biasanya dijaga di bawah 0,5 persen agar tetap dikategorikan sebagai minuman nonalkohol. Kadar ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kandungan alkohol dalam beberapa makanan fermentasi. Namun, tidak semua produk selalu memiliki kadar yang sama.

Beberapa penelitian menemukan bahwa ada produk kombucha yang memiliki kadar alkohol lebih tinggi dari standar tersebut. Hal ini bisa terjadi terutama pada kombucha yang tidak dipasteurisasi, karena ragi di dalam botol masih terus melakukan fermentasi. Karena itu, penting untuk selalu memeriksa label produk sebelum membeli.

Apakah Anak Boleh Minum Kombucha?

Secara umum, anak sebenarnya boleh minum kombucha, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Para ahli biasanya menyarankan kombucha hanya diberikan kepada anak usia 4 tahun ke atas. Selain itu, orangtua sebaiknya memilih kombucha kemasan yang sudah dipasteurisasi.

Pasteurisasi penting karena proses pemanasan ini menghentikan aktivitas mikroorganisme setelah fermentasi selesai. Dengan begitu, kadar alkohol dalam minuman menjadi lebih stabil dan tidak terus meningkat. Hal ini membuat produk tersebut lebih aman dibandingkan kombucha rumahan atau yang tidak dipasteurisasi.

Kombucha yang dibuat sendiri di rumah bisa memiliki kadar alkohol jauh lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, kadarnya bahkan bisa mencapai lebih dari 3 persen, mendekati minuman beralkohol ringan. Karena itu, kombucha rumahan tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Selain alkohol, orangtua juga perlu memperhatikan kandungan gula dalam kombucha. Beberapa produk kombucha rasa buah mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Padahal, anak-anak disarankan membatasi konsumsi gula tambahan.

Organisasi kesehatan merekomendasikan agar gula tambahan tidak melebihi sekitar 10 persen dari total kalori harian anak. Jika terlalu banyak mengonsumsi minuman manis, risiko masalah kesehatan seperti gigi berlubang dan obesitas dapat meningkat.

Namun perlu dicatat, selama Anda memilih varian rendah gula, kombucha memiliki kandungan gula lebih rendah dibandingkan minuman bersoda. Karena itu, jika dipilih dengan benar, kombucha bisa menjadi pengganti minuman bersoda bagi anak.

Meski demikian, porsi tetap perlu dibatasi. Anak sebaiknya dibatasi hanya mengonsumsi sekitar 60 hingga 120 mililiter kombucha. Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan kadar gula dari makanan dan minuman lain sepanjang hari.

Jadi dapat disimpulkan kombucha aman dikonsumsi anak berusia 4 tahun ke atas. Namun, orangtua perlu harus hati-hati dengan memperhatikan kandungan gula dan alkohol yang tertera pada kemasan. Dengan pemilihan produk yang tepat dan porsi yang dibatasi, kombucha bisa menjadi minuman sehat untuk anak.

Demikian pembahasan mengenai apakah kombucha aman dikonsumsi anak, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+