Bagikan:

YOGYAKARTA - Gerhana Bulan Total (GBT) akan terlihat di Indonesia pada hari ini, Senin, 3 Maret. Bagi umat Islam, peristiwa ini bukan hanya fenomena astronomi tetapi juga momen untuk beribadah. Ketika gerhana bulan terjadi, umat Islam dianjurkan menunaikan shalat gerhana bulan (khusuf) sebagai wujud ketundukan setelah menyaksikan kebesaran Allah SWT.

Karena itu, memahami tata cara shalat gerhana bulan sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar dan penuh kekhusyukan. Dilansir dari laman Kemenag RI, berikut pembahasannya.

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan

Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan hukum shalat gerhana bulan adalah sunnah muakkadah, yakni sangat dianjurkan. Artinya, meskipun tidak wajib, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan ketika gerhana terjadi.

Shalat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat. Adapun pelaksanaannya mirip dengan shalat sunnah lainnya, perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dalam setiap rakaat.

Shalat gerhana bulan bisa dilakukan secara sendiri ataupun berjamaah. Adapun tata cara melaksanakan shalat sunnah ini adalah sebagai berikut:

  1. Niat shalat gerhana bersamaan dengan takbiratul ihram. Adapun lafal niatnya yakni:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Sayaniatshalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

  1. Membaca doa Iftitah.
  2. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
  3. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
  4. Rukuk pertama (lama).
  5. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
  6. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
  7. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
  8. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
  9. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
  10. Sujud pertama.
  11. Duduk di antara dua sujud.
  12. Sujud kedua.

Memasuki rakaat kedua, tata caranya sama seperti rakaat pertama. Hanya saja, bacaan surat pada rakaat kedua dianjurkan lebih pendek dibandingkan rakaat pertama. Setelah selesai dua rakaat, shalat dilanjutkan dengan tasyahud akhir dan ditutupkan dengan salam.

Jika diringkas, perbedaan utama shalat gerhana bulan terletak pada dua kali rukuk dalam setiap rakaat. Selebihnya, gerakan dan bacaannya serupa dengan shalat sunnah lainnya. Saat gerhana bulan terjadi malam nanti, semoga kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga hamba yang tunduk dan bersujud.

Demikian pembahasan tata cara shalat gerhana bulan, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!