Bagikan:

JAKARTA - Gaya parenting adalah cara yang digunakan orang tua dalam membesarkan anak, mencakup pola perilaku, sikap, dan lingkungan emosional. Psikolog perkembangan telah lama meneliti bagaimana orang tua memengaruhi perkembangan anak, meski sulit membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti.

Empat Gaya Parenting (Menurut Baumrind)

Pada tahun 1960-an, dilansir Very Well Family, Minggu, 22 Februari, psikolog Diana Baumrind melakukan penelitian terhadap lebih dari 100 anak usia prasekolah. Dengan menggunakan observasi naturalistik, wawancara orang tua, dan metode penelitian lainnya, dia mengidentifikasi empat jenis gaya parenting.

Authoritarian (Otoriter)

Cenderung menetapkan aturan ketat tanpa penjelasan, menuntut kepatuhan mutlak. Kesalahan biasanya dihukum keras. Gaya ini meningkatkan kepatuhan, namun bisa memicu kecemasan, rendahnya kemandirian, dan motivasi intrinsik yang rendah.

Authoritative (Beri Otoritas dengan Dukungan)

Orang tua menetapkan aturan jelas namun tetap bersikap hangat, mendengarkan, dan mendukung. Ketika anak gagal memenuhi ekspektasi, orang tua lebih bersikap memupuk ketimbang menghukum. Gaya ini membantu anak mengembangkan tanggung jawab, regulasi diri, dan kemandirian

Permissive (Lembek/Terpujuk)

Orang tua sangat hangat dan pengertian, namun jarang menetapkan aturan atau disiplin. Anak dibiarkan membuat keputusan sendiri. Walau bisa menumbuhkan kemandirian, gaya ini sering menyebabkan masalah dengan regulasi diri, performa sekolah, dan sering terlibat dalam perilaku berisiko.

Uninvolved (Acuh Tak Acuh)

Orang tua hanya memenuhi kebutuhan dasar fisik anak namun minim keterlibatan emosional atau peraturan. Anak cenderung mengalami kesulitan dalam kontrol diri, reliabilitas, serta lebih rentan terhadap delinkuen dan masalah emosional.

Dampak Gaya Parenting terhadap Anak

Akademik: Gaya yang sehat seperti authoritative sering mendukung prestasi belajar dan motivasi. Gaya ekstrem (otoriter, permisif, acuh) biasanya berdampak negatif.

Mental & Emosional: Anak dengan gaya parenting non-authoritative lebih rentan menghadapi masalah seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri.

Relasi Sosial & Dewasa: Gaya parenting membentuk kemampuan anak dalam membangun hubungan, regulasi emosi, dan menghadapi tantangan kehidupan dewasa.

Kombinasi Gaya dan Cara Menjadi Orang Tua yang Lebih Authoritative

Banyak keluarga menunjukkan campuran gaya pengasuhan. Contohnya, ibu mungkin lebih authoritative, sedangkan ayah lebih permisif. Hal ini bisa menyebabkan sinyal campur aduk untuk anak

Untuk mengarahkan ke gaya authoritative, beberapa langkah yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mendengarkan anak secara aktif
  • Membuat aturan jelas dan menjelaskannya
  • Melibatkan anak dalam keputusan
  • Terapkan aturan dengan konsisten, dengan konsekuensi yang adil dan edukatif

Batasan Penelitian Gaya Parenting

Hubungan antara gaya pengasuhan dan perilaku didasarkan pada penelitian korelasional, yang berguna untuk menemukan hubungan antar variabel. Namun, penelitian semacam itu tidak dapat menetapkan hubungan sebab-akibat yang pasti.

  • Banyak hasil yang ditemukan berasal dari penelitian korelasional, sehingga tidak dapat sepenuhnya menyatakan sebab-akibat.
  • Karakteristik anak juga bisa mempengaruhi gaya parenting. Misalnya anak yang sulit diatur bisa membuat orang tua menjadi lebih permisif atau acuh.
  • Faktor budaya, temperament anak, dan persepsi terhadap perlakuan orang tua juga turut menentukan hasil perkembangan anak.

Gaya parenting memiliki dampak nyata terhadap perkembangan anak, terutama dalam aspek harga diri, regulasi emosi, dan hubungan sosial. Gaya authoritative yang seimbang antara tuntutan dan dukungan umumnya memberikan hasil terbaik. Namun, kombinasi pendekatan sesuai budaya, situasi, dan keunikan anak tetap penting untuk diperhatikan. Orang tua juga bisa berusaha beralih ke gaya lebih involved dan supportive secara bertahap.