JAKARTA - Saat terkena migrain, seseorang biasanya tidak hanya mengalami nyeri kepala yang berdenyut. Bagi banyak orang serangan migrain juga disertai dengan mual dan muntah.
Kondisi tersebut akan membuat penderita merasa tidak nyaman dan kesulitan beraktivitas. Diketahui bahwa gejala mual dan muntah bukan hal yang jarang, melainkan bagian penting dari gambaran klinis migrain.
“Mual adalah gejala umum migrain, sangat umum sehingga menjadi bagian dari kriteria diagnosis,” kata profesor spesialis migrain, Roderick Spears, MD, dikutip dari Everyday Health, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Namun, bentuk mual yang dirasakan setiap penderita migrain berbeda. Pada sebagian penderita, mual muncul ringan dalam bentuk hilangnya nafsu makan hingga merasa akan muntah.
Namun, pada kasus lebih berat, mual dapat disertai dengan keringat dingin, pusing, hingga muntah jika serangan migrain tidak mereda dengan cepat.
“Mereka tidak ingin makan karena merasa akan muntah,” tambahnya.
BACA JUGA:
Terkait migrain bisa disertai mual dan muntah, para ahli belum menemukan penyebab pastinya. Namun, ada dugaan kuat bahwa hal tersebut berkaitan dengan perubahan hormon dan neurotransmitter di dalam tubuh.
Dahulu mual saat migrain sering dikaitkan dnegan stasis lambung, yakni kondisi ketika pengosongan isi perut menjadi lebih lambat. Meski demikian, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mekanismenya mungkin lebih kompleks dan melibatkan sistem saraf pusat, serta masalah hormon serotonin dan dopamin diduga juga berperan besar.
“Serotonin berperan di otak selama serangan migrain, dan ada banyak reseptor serotonin di usus,” katanya.
Dengan demikian, migrain yang berakar pada sistem saraf bisa menimbulkan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah. Untuk menanganinya, sebaiknya menjadi bagian dari rencana terapi secara keseluruhan.
Seperti penggunaan obat triptan dapat menghentikan serangan migrain sekaligus meredakan mual. Selain itu, tersedia obat anti-mual dan obat golongan gepant yang dapat membantu mengurangi gejala migrain.