YOGYAKARTA - Mencari jadwal puasa 2026 itu sebenarnya mencari dua hal sekaligus: (1) kapan 1 Ramadan dimulai, dan (2) jam imsak–Subuh–Maghrib (waktu mulai dan berbuka) yang berbeda di tiap kota.
Karena kalender Hijriah berbasis siklus bulan, tanggal Ramadan selalu “geser” dari tahun ke tahun. Dan karena penetapan awal bulan bisa memakai pendekatan berbeda (hisab vs rukyat), tanggal 1 Ramadan juga bisa tidak seragam antar-otoritas. Catatan ini berdasarkan rujukan yang tersedia hingga Januari 2026.
Kapan mulai puasa Ramadan 2026 di Indonesia?
Di Indonesia, pemerintah menetapkan awal Ramadan lewat Sidang Isbat. Mekanismenya biasanya mencakup pemaparan data hisab (perhitungan astronomi posisi bulan), verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan, lalu musyawarah dan pengumuman resmi ke publik. Proses ini juga melibatkan banyak pihak seperti ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta unsur pemerintah/lembaga negara.
- Untuk Ramadan 1447 H/2026 M, sebelum Sidang Isbat digelar, rujukan kalender dan keputusan organisasi sudah memberi gambaran
- Muhammadiyah: PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 (berdasarkan hisab dan rujukan KHGT, tertuang dalam maklumat organisasi).
Prakiraan pemerintah (Kalender Hijriah Kemenag) dan NU: kalender rujukan Kemenag dan almanak NU sama-sama mengarah ke Kamis, 19 Februari 2026. DetikSulsel merangkum jadwal versi pemerintah, Muhammadiyah, dan NU seperti itu, dan menegaskan bahwa ini masih prakiraan sampai Sidang Isbat dilakukan.
Ringkasnya, jadwal puasa 2026 untuk tanggal mulai puasa yang paling sering muncul di rujukan resmi/organisasi adalah 18–19 Februari 2026, dengan keputusan final pemerintah menunggu Sidang Isbat.
Perkiraan akhir Ramadan dan Idul Fitri 2026
Durasi Ramadan bisa 29 atau 30 hari (tergantung penetapan hilal). Dalam prakiraan kalender pemerintah yang dirangkum detikSulsel, Ramadan diperkirakan berakhir pada 20 Maret 2026 dan Idul Fitri (1 Syawal 1447 H) diprakirakan 21 Maret 2026 namun sekali lagi, ini bisa berubah dan baru pasti setelah Sidang Isbat jelang Syawal.
BACA JUGA:
Cara cek jadwal imsakiyah (jam puasa) sesuai kota
Tanggal mulai penting, tapi yang paling “dipakai harian” adalah jadwal imsakiyah. Jam imsak, Subuh, dan Maghrib tidak sama antara Jakarta, Bandung, Makassar, apalagi Jayapura karena perbedaan letak geografis.
Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam menyediakan laman “Jadwal Imsakiyah” berbasis pilihan provinsi, kabupaten/kota, dan tahun. Anda bisa gunakan ini untuk mengambil jadwal harian selama Ramadan sesuai lokasi Anda. Di sana umumnya ada tombol cari dan unduh; detik menuliskan data imsakiyah bisa di-download dalam format Excel.
Tips praktis agar tidak salah:
- Pastikan kota/kabupaten tempat Anda berpuasa (bukan hanya “provinsi”).
- Gunakan jadwal resmi untuk kota tersebut dan ikuti pembaruan dari otoritas setempat bila ada.
- Pahami istilahnya: MUI menjelaskan puasa dimulai saat fajar/waktu Subuh, sedangkan imsak (umumnya sekitar 10 menit sebelumnya) dipakai sebagai kehati-hatian.
Kenapa tanggal awal puasa bisa berbeda?
Perbedaan biasanya muncul karena:
- Metode penetapan awal bulan (hisab vs rukyat) dan kriteria yang dipakai.
- Perbedaan otoritas yang diikuti (pemerintah, organisasi keagamaan, atau keputusan lokal).
Faktor cuaca saat rukyat (hilal bisa saja “secara hisab” memungkinkan, tapi tertutup awan di lokasi tertentu). Contoh pemantauan hilal untuk awal Sya’ban 1447 H di Bengkulu menunjukkan cuaca dapat membuat hilal tidak terlihat meski data hisab menunjukkan hilal berada di atas ufuk.
Selain itu, ketahui juga Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Prediksi Awal Ramadan 2026 di Sini
Jadi setelah mengetahui jadwal puasa 2026, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!