YOGYAKARTA – Gelas kimia (beaker glass) merupakan alat laboratium yang paling sering digunakan untuk penelitian atau kegiatan praktikum. Alat ini terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas, serta tidak mempengaruhi sampel larutan, atau bahan pada sebagian besar reaksi kimia. Lantas, apa fungsi gelas kimia?
Dalam kegiatan penelitian di laboratorium, fungsi utama gelas kimia atau beaker adakah untuk menampung, mencampur, dan memanaskan cairan. Yuk simak penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Mengenal Apa Itu Gelas Kimia
Menyadur laman Medilab Exporrats, Gelas kimia adalah wadah berbentuk silinder yang terbuat dari kaca atau plastik, memiliki dasar datar dan cerat kecil untuk menuangkan cairan.
Berbeda dengan labu, gelas kimia memiliki sisi yang lurus sehingga ideal digunakan untuk mencampur, mengaduk, dan memanaskan cairan atau larutan.
Gelas kimia tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 50 mL, 100 mL, hingga 2 L.
Fungsi Gelas Kimia
Menyadur e-book berjudul Metode Analisis Mutu Pakan karya Prof. Dr. Ir. Hartutik, MP, gelas beaker atau gelas kimia memiliki banyak fungsi. Beberapa di antaranya, yakni:
- Alat untuk mengukur volume larutan, khususnya yang tidak memerlukan tingkat ketelitian tinggi.
- Wadah larutan untuk menampung zat-zat kimia
- Untuk memanaskan cairan
- Melarutkan bahan kimia.
Jenis Gelas Kimia
Selain multifungsi, gelas kimia juga memiliki banyak jenis, antara lain:
Gelas Kimia Standar (Griffin)
Gelas kimia standar memiliki tinggi sekitar 40 persen dari ukuran diameternya. Model gelas kimia yang relatif pendek ini pertama kali dirancang oleh John Joseph Griffin, sehingga sering dikenal dengan sebutan gelas piala Griffin. Dalam praktik laboratorium, gelas kimia standar digunakan untuk menyiapkan larutan, melakukan reaksi kimia sederhana, memisahkan cairan melalui proses dekantasi supernatan, serta sebagai wadah sementara sebelum cairan dibuang.
Gelas Kimia Tinggi (Berzelius)
Berbeda dengan gelas kimia standar, gelas kimia tinggi memiliki bentuk yang lebih menjulang dengan tinggi sekitar dua kali lipat dari diameternya. Jenis ini dikenal sebagai Beaker Berzelius dan umum digunakan dalam proses titrasi karena bentuknya yang mendukung ketelitian saat penambahan larutan.
Gelas Kimia Datar
Jenis gelas kimia berikutnya adalah gelas kimia datar yang sering disebut sebagai gelas kristalisasi. Gelas ini tidak dilengkapi dengan skala pengukuran seperti gelas kimia pada umumnya. Sesuai dengan namanya, gelas kimia kristalisasi digunakan untuk proses pembentukan kristal atau sebagai wadah pada metode penangas.
Gelas Kimia Philips
Jenis terakhir adalah gelas kimia Philips yang memiliki bentuk menyerupai gelas Griffin. Perbedaannya terletak pada bagian atasnya yang lebih menyempit sehingga menyerupai corong atau kerucut. Dari segi fungsi, gelas kimia Philips digunakan untuk keperluan yang hampir sama dengan gelas kimia Griffin dalam kegiatan laboratorium.
BACA JUGA:
Bahan Penyusun Gelas Kimia
Merujuk laman Grainger, gelas kimia dibuat dari beberapa jenis bahan dengan karakteristik yang berbeda-beda, antara lain sebagai berikut.
Kaca
Sebagian besar gelas kimia dibuat dari kaca, khususnya kaca borosilikat. Jenis kaca ini mengandung boron trioksida yang membuatnya mampu menghadapi perubahan suhu secara drastis. Berkat sifat tersebut, gelas kimia dari borosilikat memiliki daya tahan tinggi dan dapat digunakan pada suhu panas hingga sekitar 400°C.
Plastik
Selain kaca, gelas kimia juga tersedia dalam bahan plastik. Beberapa jenis plastik yang umum digunakan meliputi:
- Low Density Polyethylene (LDPE) yang mampu bertahan pada suhu antara -100°C hingga 80°C
- High Density Polyethylene (HDPE) dengan ketahanan suhu sekitar -100°C sampai 120°C
- Polipropilena (PP) yang dapat digunakan pada rentang suhu 0°C hingga 135°C
- Polimetilpentena (PMP) yang tahan terhadap suhu 20°C hingga 175°C
- Polytetrafluoroethylene (PTFE) yang memiliki ketahanan suhu sangat luas, yaitu -100°C hingga 260°C
Setiap jenis plastik tersebut memiliki tingkat ketahanan suhu dan kompatibilitas terhadap bahan kimia yang berbeda. Oleh karena itu, masing-masing memerlukan perlakuan dan perawatan yang sesuai.
Logam
Gelas kimia berbahan logam umumnya dibuat dari aluminium atau baja tahan karat. Keunggulan utama bahan ini adalah tidak mudah pecah. Gelas kimia aluminium mampu menahan panas hingga 340°C, sedangkan gelas kimia dari stainless steel dapat digunakan dengan aman pada suhu yang lebih tinggi, yaitu hingga 550°C.
Demikian informasi tentang fungsi gelas kimia, lengkap dengan jenis dan bahan penyusunnya. Yuk, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan update berita pilihan lainnya.