Bagikan:

JAKARTA - Kristin Cabot, wanita yang mendadak viral karena tertangkap kamera "kiss cam" di konser Coldplay Juli lalu, akhirnya buka suara.

Dalam wawancara terbaru dengan The New York Times, wanita berusia 53 tahun ini mengungkapkan betapa video singkat tersebut telah menghancurkan kehidupan profesional dan pribadinya. Insiden yang terjadi di Boston itu tidak hanya menjadi konsumsi publik di media sosial dari X hingga TikTok, tetapi juga memicu skandal besar di perusahaan teknologi Astronomer tempatnya bekerja.

Buntut dari video tersebut sangat fatal di mana Cabot terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala HR, disusul oleh pengunduran diri CEO Astronomer, Andy Byron, yang juga terlihat bersamanya dalam video tersebut. Cabot mengakui bahwa malam itu ia membuat keputusan buruk setelah mengonsumsi minuman beralkohol dan bertindak tidak pantas dengan bosnya.

"Saya bertanggung jawab dan menyerahkan karier saya untuk itu. Itulah harga yang harus saya bayar," ungkapnya dengan tegar, diteruskan ABC News, Sabtu, 20 Desember.

Saat kejadian, Cabot mengaku baru saja berpisah dari suaminya, begitu pula dengan Byron. Namun, reaksi mereka di layar lebar Jumbotron—di mana Cabot menutupi wajahnya dan Byron menghindar dari kamera—justru memicu kecurigaan publik. Bahkan, vokalis Coldplay, Chris Martin, sempat berseloroh di atas panggung dengan mengatakan bahwa pasangan tersebut mungkin sedang berselingkuh atau hanya sangat pemalu, yang kian memanaskan spekulasi jutaan netizen.

Dampak dari viralnya video tersebut jauh lebih gelap dari sekadar kehilangan pekerjaan. Cabot mengungkapkan bahwa ia menerima sekitar 50 hingga 60 ancaman pembunuhan yang membuat anak-anaknya ketakutan. Ia merasa sangat terpukul karena kesalahan yang ia buat berujung pada teror yang mengancam nyawa keluarganya. Baginya, ini adalah pelajaran pahit tentang betapa cepatnya internet bisa menghakimi seseorang tanpa mengetahui konteks seutuhnya.

Cabot juga menyoroti fenomena "perempuan menjatuhkan perempuan" yang ia rasakan selama masa sulit tersebut. Ia merasa banyak kritik tajam justru datang dari kaum sesama wanita, yang menurutnya sangat menghambat kemajuan perempuan secara kolektif. Pengalaman ini mengubah pandangannya tentang solidaritas gender di tengah badai media sosial yang tak kenal ampun dalam membedah kehidupan orang asing.

Enam bulan berlalu sejak konser tersebut, Cabot kini berusaha bangkit dan mulai mencari pekerjaan baru. Meski hubungan komunikasinya dengan Byron telah berakhir demi proses penyembuhan masing-masing, ia mencoba menghadapi kenyataan pahit ini dengan sedikit humor. Sebagai simbol penerimaan diri, ia bahkan membeli kaos Victoria Beckham bertuliskan "Yes It’s Me," menandakan kesiapannya untuk melangkah maju dari bayang-bayang skandal tersebut.