JAKARTA - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh sinema Indonesia. Film komedi terbaru besutan rumah produksi Imajinari, Agak Laen: Menyala Pantiku!, sukses menembus angka satu juta penonton hanya dalam waktu tiga hari penayangan.
Film yang disutradarai oleh Muhadkly Acho ini resmi tayang di bioskop tanah air sejak 27 November 2025. Antusiasme penonton terlihat sangat tinggi, terbukti dari capaian angka yang diraih dalam waktu singkat.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Imajinari melalui akun Instagram resmi mereka pada Minggu, 30 November.
"TIGA HARI, T NYA SEJUTA. MENYALA PASUKANKUUUUUU!! Sampai malam ini, udah 1.000.000++ pasukan yang berangkat ke bioskop untuk nonton pilem kamiii," tulis akun @imajinari.id dalam keterangan unggahannya, Minggu, 30 November.
Pihak rumah produksi pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada para penonton setia, atau yang akrab disapa 'Pasukan', baik yang bermarga maupun tidak, atas dukungan luar biasa tersebut.
"Terharu loh kami Mauliate godang pasukan bermarga & tidak bermargaaa," tambah keterangan tersebut.
Lampaui Rekor Pendahulu
Pencapaian ini sekaligus mencatatkan rekor baru bagi semesta Agak Laen. Sekuel ini terbukti lebih cepat meraih satu juta penonton dibandingkan film pertamanya, Agak Laen (2024).
BACA JUGA:
Sebagai perbandingan, pada hari pertama penayangannya, Agak Laen: Menyala Pantiku! sudah diserbu oleh 272.846 penonton. Angka ini unggul signifikan dibanding film pertamanya yang rilis pada 1 Februari 2024, yang kala itu mencatat 181.689 penonton di hari pembuka.
Imajinari juga mengingatkan masyarakat yang belum menonton untuk segera menyaksikannya di bioskop guna menghindari bocoran cerita yang beredar di media sosial.
"Yang belum, nonton sekarang! Jangan sampe kelen kena spoiler duluan. Stay safe juga yaa di manapun kelen berada," pesan mereka.
Sinopsis Singkat
Agak Laen: Menyala Pantiku! kembali menghadirkan kuartet komika Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Berbeda dari film sebelumnya, kali ini mereka berperan sebagai kelompok detektif gagal.
Demi membuktikan kemampuan dan mendapatkan kesempatan terakhir, keempatnya harus menyamar di sebuah panti jompo yang misterius. Misi mereka adalah memburu seorang buronan kasus pembunuhan yang diyakini bersembunyi di antara para lansia. Penyamaran ini tentu saja memicu berbagai kekacauan dan komedi situasi yang khas.
Selain keempat pemeran utama, film ini turut dibintangi oleh sederet nama besar seperti Ariyo Wahab, Priska Baru Segu, Boah Sartika, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Jarwo Kwat, Egi Fedly, dan Tissa Biani.