Bagikan:

YOGYAKARTA - Seringkali, cara kita bertindak bukan sepenuhnya hasil kehendak bebas, melainkan cetakan tak terlihat. Untuk itu, mari bongkar beberapa contoh paradigma perilaku sosial yang secara fundamental membentuk manusia.

Artikel ini akan membawa Anda melampaui teori, dengan menyelami studi kasus nyata dan skenario sehari-hari. Bersiaplah untuk memahami akar terdalam dari norma dan perilaku yang selama ini Anda anggap lumrah.

Mengapa Pikiran Kita Terjebak?

Paradigma perilaku sosial, sebagaimana dilansir dari laman Universitas Islam An Nur Lampung, adalah cakupan utama yang berfokus pada tingkah laku individu dan bagaimana perilaku tersebut terbentuk melalui interaksi dengan lingkungan.

Dasar pemikirannya sangat dipengaruhi oleh prinsip behaviorisme yang diperkenalkan oleh psikolog terkemuka yaitu B.F. Skinner. Menurut pandangan ini, perilaku bukanlah sekadar kehendak bebas, melainkan respons yang dipelajari.

Skinner menekankan bahwa perilaku individu cenderung diulang jika mendapatkan penguatan positif (penghargaan) dari lingkungan. Sebaliknya, perilaku yang tidak diinginkan akan berkurang jika diikuti oleh penguatan negatif (hukuman atau konsekuensi buruk).

Dalam konteks sosial, paradigma ini melahirkan dua teori utama. Pertama, Teori Perilaku yang menjelaskan bahwa individu akan termotivasi untuk mengulangi perilaku yang mendapatkan apresiasi dari lingkungan. Misalnya, seorang siswa yang meraih penghargaan akademik akan terdorong untuk mempertahankan sikap belajar gigihnya.

Sementara itu, Teori Pertukaran melihat hubungan sosial sebagai proses transaksional. Interaksi sosial melibatkan pertukaran, baik berupa apresiasi maupun konsekuensi.

Teori Pertukaran terjadi saat individu terus menerima penghargaan yang bernilai dari interaksinya, mereka akan terus mengulang perilaku tersebut demi mendapatkan reward lebih lanjut, membentuk pola interaksi dan perilaku yang stabil dalam masyarakat.

Baca juga artikel yang membahas Mengenal Teori Fungsional Struktural: Fondasi Penting dalam Ilmu Sosiologi

5 Contoh Paradigma Perilaku Sosial di Kehidupan

Berikut ini beberapa contoh perilaku yang relevan dalam kehidupan sehari-hari, dan digolongkan dalam teori perilaku dan teori pertukaran:

  • Perilaku di Media Sosial (Penguatan Positif)

Yang paling mudah dipahami adalah ketika seseorang mengunggah konten pribadi dan menerima ribuan Likes, Shares, dan komentar pujian (penghargaan).

Penguatan positif ini mendorong individu tersebut untuk secara konsisten mengulangi perilaku mengunggah atau bahkan meningkatkan intensitas berbagi kehidupannya demi mendapatkan validasi dan perhatian sosial yang sama.

  • Kebiasaan Membuang Sampah (Penguatan Negatif)

Di lingkungan yang menerapkan denda atau hukuman sosial yang ketat bagi pembuang sampah sembarangan (misalnya, melalui CCTV atau sanksi komunitas), individu akan belajar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Nah, perilaku ini dipertahankan karena adanya motivasi untuk menghindari konsekuensi negatif berupa denda atau rasa malu publik.

  • Fenomena Gamification Aplikasi (Teori Pertukaran)

Banyak aplikasi kebugaran atau pembelajaran menggunakan sistem lencana (badges), streak (beruntun), atau poin reward. Ketika pengguna menyelesaikan target, mereka menerima reward virtual ini.

Penghargaan ini berfungsi sebagai pertukaran yang memotivasi pengguna untuk terus menggunakan aplikasi dan mengulang perilaku yang diinginkan (belajar atau berolahraga).

  • Kepatuhan Protokol Kesehatan (Penguatan Gabungan)

Selama masa pandemi kebiasaan memakai masker diperkuat secara positif oleh pujian dari sesama warga dan secara negatif oleh penghindaran sanksi denda dari petugas. Gabungan penguatan ini secara cepat membentuk norma baru dalam perilaku sosial masyarakat.

  • Kultur Overtime di Dunia Kerja (Apresiasi)

Seorang karyawan yang sering bekerja lembur dan menyelesaikan tugas di luar jam kerja (perilaku gigih) mendapatkan apresiasi berupa promosi jabatan atau bonus kinerja (penghargaan).

Apresiasi ini menguatkan perilaku overtime tersebut, bahkan jika itu merugikan keseimbangan hidup, karena individu terdorong oleh reward profesional yang sangat diinginkan.

Selain pembahasan mengenai contoh paradigma perilaku sosial, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!