YOGYAKARTA – Kalau Anda sedang mencari inspirasi untuk proyek tertentu, atau perlu meningkatkan imajinasi, menyendiri bisa bermanfaat untuk mendapatkannya. Mungkin Anda bertanya-tanya, kok bisa kesendirian bisa menawarkan pengembaraan pikiran yang bermanfaat untuk kemajuan karir Anda. Psikolog Christopher Long dan James Averill pernah menggambarkan hubungan antara kreativitas dan kesendirian. Melansir Psychology Today, berikut penelitian yang membuktikan kenapa menyendiri bermanfaat meningkatkan imajinasi dan dapatkan inspirasi.
1. Mendapatkan momen “aha” dengan mandi
Saat mandi, kita mendapatkan waktu jeda dari keriuhan dunia. Menurut hasil penelitian dilansir APA (American Psychological Association) PsycNet oleh Ovington, dkk. oleh Ovington, dkk. bahwa saat berada di kamar mandi, terutama saat mandi, banyak orang tiba-tiba mendapatkan wawasan atau dikenal dengan aha moment. Sebenarnya tidak hanya saat mandi, saat Anda bepergian sendirian atau saat olahraga juga bisa mengalami momen berrmakna ini.
Kesendirian, ternyata menawarkan jeda dan membiarkan pikiran kita mengembara. Pemikiran bebas, tampaknya merangsang area otak yang dikenal sebagai jaringan mode default, yang mendorong fleksibilitas kognitif. Maka, kalau Anda sedang buntu, membutukah inspirasi, atau meningkatkan imajinasi, cobalah melakukan aktivitas sederhana sendirian. Jeda beberapa menit untuk mandi, berjalan-jalan, atau berkendara, bisa memantik lahirnya ide-ide baru dan mengembangkannya.
2. Melamun meningkatkan suasana hati positif
Melamun tentang orang lain dan masa lalu, menurut peneliti Florence Ruby dan rekan, cenderung membuat suasana hati lebih buruk. Nah, berbeda dengan ketika Anda melamun dan fokus pada diri sendiri serta tentang masa depan. Dengan fokus pada diri dan masa depan, terbukti meningkatkan suasana hati yang positif. Jadi, melamun bisa membuka pikiran dan mengembangkan ide dalam memecahkan suatu masalah.
3. Mendaftar benda-beda di sekitar untuk menguji kreativitas
Saat merasa jenuh di tengah pekerjaan kreatif, peneliti Benjamin Baird menyarankan menemukan “titik manis” antara kebosanan dan fokus. Ambillah waktu jeda dan lihat benda-benda di sekitar Anda. Biarkan pikiran bertualang, bagaimana benda itu dibuat, apa fungsinya, hingga bagaimana jika bentuknya diubah. Kegiatan kecil ini melatih otak untuk berpikir lentur. Menariknya, masalah yang tidak terlalu menantang justru mendorong lebih banyak ide baru dibanding yang terlalu kompleks.
BACA JUGA:
4. Biarkan mengalir
Psikolog Mihaly Csikszentmihalyi menggambarkan fenomena flow atau “mengalir” sebagai kondisi terserap dalam aktivitas, merasa percaya diri, dan kehilangan kesadaran akan waktu maupun lingkungan sekitar. Dalam keadaan ini, seseorang benar-benar larut dalam proses kreatif. Menyendiri membantu mencapai kondisi flow karena tidak ada gangguan sosial atau tekanan eksternal. Pikiran bisa fokus pada eksplorasi ide tanpa batas.
5. Menyendiri bukan berarti kesepian
Perlu diingat, menyendiri tidak sama dengan kesepian. Kesendirian yang sehat justru menciptakan ruang bagi introspeksi, regenerasi mental, dan kebebasan berpikir. Menurut para pakar, orang yang mampu menikmati waktu sendiri cenderung memiliki keseimbangan emosi yang lebih baik dan kemampuan berpikir kreatif yang lebih tajam. Jadi, sesekali jauh dari keramaian bisa menjadi cara terbaik untuk menyalakan kembali daya cipta.
Menyendiri bukanlah hal yang perlu dihindari, melainkan dimanfaatkan. Di tengah dunia yang serba sibuk dan bising, kesendirian adalah ruang tenang bagi pikiran untuk beristirahat dan berkreasi. Jadi, jika ingin memunculkan ide-ide segar atau memperluas imajinasi, ambil jeda untuk menikmati waktu sendirian karena inspirasi terbaik sering muncul saat pikiran dibiarkan bebas mengembara.