JAKARTA – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Ayu menjadi korban penganiayaan keji sekaligus percobaan pembunuhan di Malaysia.
Kasus tragis ini sontak menarik perhatian publik, termasuk presenter Uya Kuya, yang memutuskan untuk datang langsung ke rumah sakit tempat Ayu dirawat.
Ironisnya, pelaku penganiayaan brutal tersebut bukan warga asing, melainkan sesama Warga Negara Indonesia (WNI).
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @king_uyakuya, Uya memperlihatkan kondisi Ayu yang masih terbaring lemah. Dengan suara terbata menahan sakit, Ayu menceritakan kekejaman yang dialaminya.
“Ini (mata kanan) dicongkel, terus pakai gunting,” tutur Ayu dikutip VOI, Rabu, 15 Oktober.
Tak berhenti di situ, Ayu juga mengalami luka parah di bagian punggung akibat tusukan berulang, serta luka sayatan di tangan dan telinga yang digunting oleh para pelaku.
Mendengar kabar tersebut, Uya Kuya yang dikenal aktif membantu WNI bermasalah di luar negeri langsung terbang ke Kuala Lumpur. Ia menemui Ayu dan menawarkan bantuan, termasuk pengurusan administrasi rumah sakit serta pemulangan ke Indonesia.
“Aku baru semalam dengar kabar dari teman-teman. Aku tadi pagi nyampe jam 01.30 dari Indonesia. Mbak Ayu maunya gimana? Aku bantu apa?” tanya Uya kepada Ayu.
Dalam perbincangan itu, Ayu menyampaikan keinginannya untuk pulang ke kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur, setelah proses hukum terhadap para pelaku selesai.
“Ya nanti selepas ini sudah oke, kita mau balik. Nanti tunggu ini sedikit itu, lepas itu saya mau ke mahkamah dulu. Lepas sudah semua, baru uruskan SPLP balik, balik kampung,” jelas Ayu.
Yang mengejutkan, Ayu menegaskan bahwa para pelaku yang menyiksanya adalah sesama orang Indonesia.
“Orang Indonesia. Semua orang Indonesia,” tegasnya.
Hingga kini, motif di balik penganiayaan sadis tersebut masih belum diketahui secara pasti.
BACA JUGA:
Uya Kuya berkomitmen untuk terus mendampingi Ayu sampai kondisinya membaik. Ia bahkan berjanji tidak akan pulang ke Indonesia sebelum Ayu keluar dari rumah sakit.
“Pokoknya Mbak Ayu sabar ya. Saya di sini sampai tunggu kabar Mbak Ayu. Kalau belum keluar dari rumah sakit, saya enggak pulang,” ujar Uya.
Selain memberikan bantuan langsung di Malaysia, Uya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah Blitar serta anggota DPR di Jawa Timur untuk memastikan Ayu mendapatkan perawatan dan pendampingan yang layak setelah kembali ke tanah air.