JAKARTA - Perasaan yang dialami tubuh pada pagi dan malam hari ternyata memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Banyak orang yang merasa pagi hari merupakan waktu tubuh paling bahagia, sedangkan di malam hari penuh dengan kecemasan.
“Pasien saya mengatakan di pagi hari mereka sering merasa yang terbaik dan di malam hari, mereka banyak berjuang dnegan kecemasan, sulit tidur,” kata psikolog Susan Albers, PsyD, dikutip dari Everyday Health, pada Rabu, 1 Oktober 2025.
Sebuah penelitian yang menganalisis hampir 50 ribu orang dewasa di Inggris juga menunjukkan secara umum peserta tampak lebih baik di pagi hari. Peserta melaporkan lebih sedikit depresi dan kecemasan, dan lebih banyak kebahagiaan di pagi hari.
Susan Albers mengatakan kebahagiaan di pagi hari terjadi karena pengaruh hormon kortisol. Pada waktu itu, hormon kortisol memuncak dan membantu meningkatkan energi.
“Hormon kortisol memuncak di pagi hari, yang membantu kewaspadaan dan energi,” katanya.
BACA JUGA:
Tak hanya itu, ritme sirkadian dari siklus tidur yang baik juga berpengaruh. Jika mendapatkan tidur malam yang nyenyak, maka bisa berfungsi sebagai tombol reset untuk keadaan emosional tubuh dan melihat hari berikutnya sebagai awal baru.
“Ritme sirkadian dari siklus bangun tidur kita bisa menjadi faktor. Paparan sinar matahari terutama di pagi hari juga membuat kita merasa baik,” jelasnya.
Sementara itu, kecemasan atau emosi yang tidak stabil sering dirasakan di malam hari karena tubuh yang sudah kelelahan beraktivitas. Termasuk juga dengan keputusan-keputusan yang dilakukan sepanjang hari yang sangat mempengaruhi energi tubuh.
“Menjelang malam adalah saat kita mengalami kelelahan dalam keputusan. Hal pertama di pagi hari, kita belum membuat banyak keputusan, tetapi pada akhir hari, kita telah membuat ratusan pilihan besar dan kecil. Pada saat itu, kita benar-benar mengalami kelelahan secara mental dan emosional,” pungkas Susan Albers.