YOGYAKARTA - Bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Perubahan suhu, cahaya, dan kondisi sekitarnya membuat bayi sering merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini biasanya ditunjukkan melalui ekspresi gelisah, rewel, hingga gerakan tertentu seperti mengucek mata.
Mengucek-ngucek mata merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan bayi. Bagi sebagian orangtua, hal ini dianggap wajar terutama saat si kecil sedang mengantuk. Namun, perlu dipahami bahwa gerakan ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada mata bayi.
Penyebab Bayi Mengucek Mata
Meskipun kadang hanya menandakan rasa kantuk, ada penyebab lain si kecil sering menggosok mata yang tidak boleh diabaikan orangtua. Berikut beberapa penyebab bayi sering mengucek mata.
- Mata Gatal atau Sakit
Salah satu alasan bayi sering mengucek mata adalah karena rasa gatal atau sakit. Kondisi ini bisa dipicu oleh alergen dari lingkungan seperti debu, asap, atau serbuk halus yang masuk ke mata. Bayi yang masih sensitif tentu lebih rentan terhadap iritasi semacam ini.
Jika mata bayi terlihat berair dan kemerahan, segera lakukan tindakan sederhana. Orangtua bisa membersihkannya menggunakan waslap basah yang lembut untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Namun, bila kondisi tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.
- Infeksi Mata
Infeksi mata atau konjungtivitis juga bisa menjadi penyebab bayi sering menggosok matanya. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri dan ditandai dengan mata merah, gatal, hingga mata berair. Kondisi ini tentu membuat bayi merasa tidak nyaman.
Orangtua perlu menjaga area mata tetap bersih jika mencurigai adanya infeksi. Gunakan kain lembut yang steril untuk membersihkan cairan yang keluar dari mata si kecil. Bila kondisi tidak membaik, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Agar lebih aman, bayi juga bisa dipakaikan sarung tangan kain lembut. Hal ini membantu mencegah si kecil menggaruk terlalu keras yang bisa menimbulkan luka pada area mata. Perawatan yang tepat akan membantu mempercepat proses penyembuhan.
- Bayi Mengantuk
Seperti halnya orang dewasa, bayi juga sering mengucek mata ketika lelah atau mengantuk. Menggosok mata menjadi cara alami untuk mengekspresikan kebutuhan istirahatnya. Jika si Kecil mulai melakukan gerakan ini, biasanya ia membutuhkan tidur siang atau waktu beristirahat.
Dalam kondisi ini, orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Cukup berikan kesempatan agar bayi bisa tidur dengan nyaman sesuai kebutuhannya. Umumnya, bayi membutuhkan waktu tidur lebih lama yakni 12 hingga 16 jam dalam sehari.
Memberikan suasana tenang dan pencahayaan yang redup akan membantu bayi tidur lebih cepat. Dengan begitu, kebiasaan mengucek mata akan berkurang karena penyebab utamanya sudah teratasi.
BACA JUGA:
- Mata Kering
Mata kering juga menjadi salah satu penyebab umum bayi sering mengucek mata. Air mata berfungsi menjaga kelembapan alami mata, namun kadang jumlahnya bisa berkurang.
Kondisi mata yang kering akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebagai respon alami, bayi akan menggosok mata untuk merangsang produksi air mata agar kembali lembap. Setelah mata terasa normal, biasanya bayi akan berhenti melakukannya.
Untuk mengurangi risiko mata kering, sebaiknya hindari paparan udara kering yang terlalu lama. Pastikan kelembapan ruangan tetap terjaga agar kesehatan mata bayi tidak terganggu.
- Gangguan Penglihatan atau Rabun
Meskipun jarang, rabun juga bisa menjadi alasan bayi sering mengucek mata. Gerakan ini biasanya merupakan upaya si Kecil untuk memfokuskan penglihatannya agar pandangan lebih jelas. Kondisi ini mulai bisa terdeteksi saat bayi menginjak usia enam bulan ke atas.
Karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin sejak bayi lahir. Dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan kesehatan penglihatan si Kecil. Dengan begitu, potensi gangguan mata bisa terdeteksi lebih awal.
Orangtua perlu peka dan selalu memperhatikan tanda-tanda yang muncul ketika bayi sering mengucek matanya. Jika penyebabnya ringan, biasanya bayi akan berhenti sendiri setelah merasa nyaman. Tetapi bila kondisi tidak membaik, segera lakukan pemeriksaan medis.