Bagikan:

JAKARTA – Menbud Fadli menerima audiensi penyelenggara Jakarta World Cinema (JWC) di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat, 19 September. Pertemuan ini menjadi salah satu bentuk upaya penguatan ekosistem film di Tanah Air.

“Festival ini luar biasa bila diadakan berkelanjutan. Antar pegiat sinema bisa bertemu dan melakukan networking. Semoga Jakarta World Cinema memperkuat ekosistem film kita,” tegas Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resminya.

Menbud menilai JWC memberi ruang penting bagi sineas Indonesia untuk berinteraksi dengan film-film terbaik dunia. Ajang ini sekaligus menjadi medium untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan.

“Jakarta World Cinema dan festival film di daerah adalah wadah sangat bagus. Tinggal ke depan kita lihat bagaimana bisa bekerja sama,” ujarnya.

Kehadiran film mancanegara yang telah meraih apresiasi festival internasional, menurut Menbud Fadli, dapat menjadi tolok ukur kualitas sineas nasional.

“Ini menjadi pembanding bagi sineas kita agar terus memproduksi film berkualitas,” lanjutnya.

Ia juga menekankan perlunya ekosistem berkelanjutan, mulai dari produksi hingga distribusi film lokal. Festival-festival daerah seperti di Bali, Bandung, dan Makassar disebut penting untuk memperkuat mata rantai industri film nasional.

Tahun ini JWC berencana menayangkan 185 film dari 66 negara dan menargetkan 60 ribu pengunjung. Festival yang menghadirkan karya-karya pemenang penghargaan internasional itu diharapkan menjadi ajang pertemuan komunitas film, sutradara senior hingga pendatang baru.

“Dukungan dari Kementerian Kebudayaan akan sangat membantu jalannya Jakarta World Cinema,” tutur Executive Director JWC Frederica.

Audiensi juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Staf Ahli Menteri Masyitoh Annisa Ramadhani Alkitri, Direktur Film Musik dan Seni Syaifullah Agam, Ketua LSF Naswardi, serta Wakil Ketua LSF Noorca Marendra Massardi. Dari JWC hadir Frederica, Festival Director Shandy Gasella, dan sutradara Robby Ertanto.