JAKARTA - Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau, tahun ini kembali menyedot perhatian publik, bukan hanya karena adu cepat perahu tradisionalnya, tetapi juga berkat penampilan penari cilik di haluan perahu atau yang disebut coki. Aksi mereka yang energik melahirkan tarian populer “Aura Farming”, yang sempat viral hingga ke mancanegara.
Fenomena ini membuat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara. Ia menilai tren tersebut perlu dijaga agar tidak sekadar jadi viral sesaat, melainkan terus dirawat sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
“Tariannya sudah viral, sudah mendunia, harapannya ke depan bisa kita rawat terus warisan kebudayaan ini,“ ujar Gibran usai menyaksikan langsung Festival Pacu Jalur di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, seperti dikutip ANTARA.
Gibran menyebut, beberapa coki asal Kuansing seperti Rayyan Arkan Dhika sudah lebih dulu tampil di panggung bergengsi, termasuk saat perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka Jakarta. Bahkan mereka juga sempat bertemu Presiden Prabowo Subianto, yang ikut mengapresiasi tarian tersebut.
SEE ALSO:
Agar event budaya ini semakin mendunia, Gibran menekankan perlunya dukungan infrastruktur serta kebersihan lokasi acara.
“Kita jaga semua, kita jaga kebersihannya, kita perbaiki dari tahun ke tahun biar bisa mengundang lebih banyak wisatawan lagi. Tadi saya lihat banyak dubes juga yang ikut menyaksikan. Jadi ini saya kira event yang luar biasa sekali,” katanya.
Tahun ini, tercatat ada 228 jalur (sampan) yang ikut meramaikan perlombaan. Festival Pacu Jalur 2025 juga semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan, salah satunya penampilan spesial Rayyan Arkan Dhika, si bocah penari yang sudah viral di media sosial.
Menariknya, perhelatan kali ini juga menghadirkan rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, yang lagunya Young Black and Rich banyak dijadikan latar musik video-video Pacu Jalur di media sosial. Kehadirannya menambah nuansa berbeda sekaligus menegaskan bahwa budaya lokal bisa beresonansi hingga ke dunia internasional.