JAKARTA - Bagi banyak orang, parfum bukan hanya soal wangi yang memikat, melainkan juga cara untuk mengekspresikan kepribadian dan suasana hati. Setiap aroma mampu membangkitkan emosi dan memicu kenangan tertentu, menjadikannya media komunikasi tanpa kata hingga cerminan ekspresi diri.
Dalam industri parfum modern, banyak kreator berupaya meramu wangi yang tak sekadar harum, tetapi juga bercerita. Konsep ini kerap mengambil inspirasi dari dualitas hidup kontras antara kelembutan dan kekuatan, kehangatan dan kesejukan, siang dan malam.
Hasilnya adalah parfum yang dapat dipilih berdasarkan suasana hati, momen, atau pesan yang ingin disampaikan oleh pemakainya. Konsep ini pula yang dirancang jenama parfum lokal, Mond de Sonne.
Filosofi dualitas serta ekspresi diri itu diwujudkan dalam peluncuran dua parfum perdananya, yang masing- masing diberi nama berdasarkan tempat yang memiliki kedekatan emosional dengan para co-founder.
Koleksi ini menghadirkan dua aroma parfum yang berbeda namun saling melengkapi, dirancang untuk dipilih berdasarkan suasana hati, acara, atau perasaan, alih-alih membatasi pemakainya pada satu signature scent.
Seperti halnya varian Chamonix hadir dengan karakter aroma yang hangat, tegas, namun tetap memancarkan keanggunan, seolah menangkap momen senja yang tenang. Perpaduan awalnya memikat dengan sentuhan bergamot, sandalwood, dan pink pepper, lalu beralih lembut ke aroma lily of the valley dan lavender di tengahnya, sebelum menutup dengan kehangatan woody, amber, dan tonka di lapisan dasar.
BACA JUGA:
Sementara itu, varian Champaign membawa kesegaran yang cerah dan menenangkan, mengingatkan pada fajar yang penuh harapan.
Wangi pembuka yang segar dari green notes, tea, dan citrus berpadu dengan keindahan floral dari rose, ylang ylang, dan jasmine di bagian tengah, lalu berpangkal pada nuansa dasar musky, amber, dan woody yang lembut namun bertahan lama.
Pembuatan parfum pun kini tak hanya berfokus pada hasil akhir aromanya, tetapi juga pada nilai keberlanjutan. Beberapa rumah parfum memilih menggunakan bahan alami atau memanfaatkan material sisa untuk elemen kemasan, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pendekatan ini sejalan dengan pandangan keindahan tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga dari proses dan makna di baliknya.
"Saya selalu bermimpi memiliki sebuah tempat di mana saya bisa merasa aman untuk menjadi versi ideal diri saya dan diri saya yang apa adanya,” kata Fay, salah satu pendiri Mond de Sonne.