YOGYAKARTA – Pernahkah Anda mencicipi makanan khas suku Dayak? Sebagai bagian dari kekayaan kuliner nusantara, makanan khas Dayak menawarkan cita rasa unik yang mencerminkan keragaman budaya dan sumber daya alam Kalimantan.
Bagi yang belum tahu, suku Daya sendiri merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami pulau Kalimantan. Hidangan-hidangan khas Dayak tidak hanya lezat, namun juga memiliki nilai sejarah dan tradisi yang mendalam.
Nah, artikel ini akan mengajak Anda untuk mengenal ragam makanan khas Dayak. Dihimpun dari berbagai sumber, simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Makanan Khas Suku Dayak
- Botok Mengkudu
Mengkudu termasuk salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi dalam masyarakat Dayak, daun mengkudu sering dijadikan sebagai pembungkus botok, dikutip dari laman Kemenparekraf.
Bungkus daun mengkudu diisi dengan ikan air tawar dengan tambahan rempah kemudian dikukus. Hidangan ini memiliki cita rasa yang khas jika dibandingkan dengan botok yang menggunakan daun pisang.
- Wadi
Menukil buku Budaya Makan Dalam Perspektif Kesehatan karya Toto Sudargo dkk, Wani merupakan olahan ikan yang difermentasi. Proses fermentasinya menggunakan metode penggaraman dalam wadar terutup, mirip dengan pembuatan ikan asin.
Bebapa jenis ikan yang sering diolah menjadi wadi adalah ikan air tawar seperti gabus, nila, patung, baung, tapah, dan jelawat. Makanan khas suku Dayak ini memiliki cita rasa yang agak masam dan asin dengan warna hitam.
- Kalumpe
Makan khas suku Dayak yang satu ini terbuat dari Singkokng yang ditumbuk hingga halus. Proses pembuatannya dicampur dengan terong kecil dan dibumbui dengan rempah-rempah sepersi serai, lengkuas, dan bawang putih. Kalumpe biasanya dihindangkan bersama sambal sebai pelengkaip.
BACA JUGA:
- Kue Tampi
Kue Tampi merupakan camilan tradisional khas suku Dayak. Proses pembuatannya cukup mudah, yakni dengan menggoreng tepung beras hingga matang. Kue tampi sering kali disajikan dalam bentuk lingkaran kecil dan menjadi camilan yang enak.
- Kue Lepet
Kue lepet merupakan kue tradisional yang dibungkus dengan daun pisang. Daun pembungkus kue tersebut kemudian dilipat dan dikukus hingga matang, lalu dilumuri dengan minyak.
Kue lepet terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Kue ini mempunyai rasa yang gurih dan sering ditemukan pada perayaan seperti pesta pernikahan atau acara adat Dayak.
- Bengamat
Bengamat, juga dikenal sebagai paing merupakan makanan khas suku Dayak yang terbuat dari daging kelelawar, khususnya jenis kelawar pemakan buah. Menariknya, masing-masing suku memiliki preferensi bumbu yang berbeda dalam mengolah hidangan ini.
Misalnya, suku Dayak Ngaju lebih menyukai bengamat yang kaya akan bumbu. Sedangkan suku Dayak Maang cenderung memiliki yang kebih sederhana dengan menggunakan daun pikauk dan serai.
Bengamat dapat ditampahkan pada sayur keladi atau hati batang pisang yang dipotong kecil-kecil.
- Luba Laya
Luba laya merupakan makanan khas Dayak Nunukan yang bentuknya tampak mirip dengan lontong. Yang membedakan luba laya dengan lontong adalah rasanya yang lebih guris dan sedikit manis.
Keunikan luba laya terletak pada penggunaan beras adan krayan yang memberikan cita rasa khas. Dalam proses pembuatannya, masyarakat Dayak menggunakan daun itip untuk memberikan aroma harum pada masakan.
Demkian informasi tentang makanan khas Dayak. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.