JAKARTA - Aktris Amanda Rawles membagikan pandangan dewasanya mengenai pernikahan dan peran sebagai orang tua usai bermain dalam film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah.
Baginya, melangkah ke jenjang pernikahan bukanlah sebuah pelarian dari masalah, melainkan sebuah keputusan yang diambil dengan kesiapan mental dan prinsip yang kuat, termasuk menolak sistem patriarki dalam rumah tangga.
Salah satu prinsip utama yang ia pegang adalah tentang bagaimana ia ingin menjadi seorang ibu kelak. Ia bertekad untuk tidak menjadikan anaknya sebagai solusi atas permasalahannya sendiri.
"Kalau aku pengin jadi mungkin sosok ibu yang yang aku nggak pengin anak aku itu menjadi solusi dari permasalahan aku," ujar Amanda Rawles di kawasan Jakarta Selatan, Senin, 11 Agustus.
Kesiapan mentalnya untuk menikah saat ini juga lahir dari sebuah kesadaran penting yang ia dapatkan setelah bermain dalam sebuah film. Ia menyadari bahwa di masa lalu, keinginannya untuk menikah didasari oleh niat yang kurang tepat.
"Aku pun juga nggak mau menikah karena ingin, keluar dari masalah dan setelah ada di film ini tuh aku jadi sadar ternyata kenapa aku baru menikah sekarang, baru menikah, termasuk early ya padahal, baru menikah sekarang tuh karena selama ini ada keinginan tapi rasanya gue pengin kabur aja, gitu," terang Amanda Rawles.
BACA JUGA:
"Tapi sekarang aku merasa kayak, oh, emang ternyata emang udah, rasanya udah siap secara mental gitu. Ehm, itu satu," jelasnya.
Selain itu, Amanda juga telah membangun landasan yang jelas mengenai bentuk kemitraan yang ia inginkan dalam rumah tangganya.
Ia dan pasangannya sepakat untuk tidak menganut sistem patriarki di mana tanggung jawab finansial hanya dibebankan pada laki-laki.
"Terus kedua juga, aku sempat ngobrolin juga sih kalau aku nggak menganut sistem patriarki itu gitu, bahwa laki-laki yang harus bertanggung jawab atas situasi finansial keluarga gitu," lanjut Amanda.
Ia mendambakan sebuah hubungan yang setara, di mana suka dan duka dihadapi bersama dan ada fleksibilitas dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
"Sempat ada obrolan kalau ya kita senang-senang bareng, susah juga bareng gitu. Penginnya bisa saling melengkapi gitu. Ada flexibility dalam sisi peran sebagai orang tua gitu," pungkasnya.