Bagikan:

JAKARTA - Adhisty Zara dan Ari Irham akan beradu akting dalam sebuah film drama keluarga berjudul Bertaut Rindu karya sutradara Rako Prijanto.

Secara garis besar, film ini bercerita soal kehidupan Jovanka (Adhisty Zara) berubah setelah perceraian orang tuanya. Bersama sang ibu, Yuli (Putri Ayudya) ia pindah ke Bandung memulai semuanya dari awal.

Di sekolah barunya, ia bertemu Magnus (Ari Irham), seorang cowok pendiam yang menyimpan banyak rahasia dan trauma. Dari pertemuan tak terduga ini, tumbuh hubungan yang tak hanya mempertemukan dua hati, tapi juga dua jiwa yang sama-sama terluka.

Lewat gambar, tawa, dan percakapan yang tak selalu mudah, Jovanka dan Magnus perlahan menemukan tempat aman satu sama lain—dan keberanian untuk menghadapi dunia yang tak selalu ramah.

Cuplikan Film Bertaut Rindu (ist)

Sebuah kisah coming-of-age tentang cinta masa sekolah, luka keluarga, dan pencarian jati diri di tengah kerumitan masa remaja.

Film Bertaut Rindu mencoba menghadirkan kisah romansa remaja yang penuh gejolak, dengan nuansa cinta masa muda yang terasa kuat sejak awal. Penonton diajak masuk ke dunia remaja yang penuh tawa, kecanggungan, dan kerinduan yang belum selesai.

Ari Irham tampil meyakinkan sebagai sosok Magnus yang misterius dan tenang. Aktingnya pas, membangun kesan karakter yang sulit ditebak namun menarik.

Sebaliknya, Zara Adhisty berhasil mencuri perhatian lewat perannya yang cerewet dan centil, memberikan keseimbangan dinamika dalam hubungan mereka.

Sayangnya, beberapa dialog dalam film ini terdengar janggal. Kalimat-kalimat yang seharusnya menyentuh atau mengalir alami justru terasa kaku dan tidak pas secara timing, sehingga menimbulkan kesan canggung baik bagi karakter maupun penonton.

Alur cerita berjalan lambat dan penuh teka-teki. Banyak adegan yang terkesan 'terlempar begitu saja' tanpa penjelasan utuh, membuat penonton bertanya-tanya tentang maksud sebenarnya dari setiap momen yang dihadirkan.

Cuplikan Film Bertaut Rindu (ist)

Hal ini diperparah dengan minimnya pendalaman konflik karakter, terutama tentang latar belakang keluarga Jovanka dan Magnus yang disebut hancur, namun tidak dijelaskan secara menyeluruh. Akibatnya, penonton kesulitan untuk ikut berempati dan larut dalam luka-luka batin para tokohnya.

Kisah cinta antara Jovanka dan Magnus juga kurang tergali dengan baik. Meskipun keduanya diposisikan sebagai tokoh utama yang saling menyembuhkan, film ini gagal menunjukkan alasan kuat mengapa mereka begitu berarti satu sama lain. Hubungan mereka terasa terburu-buru dan tidak dibangun dengan emosi yang cukup.

Dari sisi emosi, Bertaut Rindu seperti menaiki roller coaster—ada bagian sedih, lucu, membingungkan, bahkan terasa cringe. Namun, ketidakteraturan ini membuat film terasa emosional tapi tidak utuh; naik turun tanpa arah yang jelas.