JAKARTA - Dunia fashion kembali disuguhkan pengalaman yang tak biasa dari Coach. Coach kembali memanjakan para pencinta fashion Indonesia dengan menghadirkan pengalaman imersif yang menggabungkan seni, desain, dan gaya hidup dalam satu ruang kreatif.
Bertajuk Coach Tabby Shop, instalasi ini hadir di ASHTA District 8, Jakarta sebagai bagian dari kampanye global Coach yang menyoroti warisan, inovasi, dan ekspresi diri melalui salah satu desain paling ikonis mereka, yakni tas Tabby.
Tak sekadar pop-up store, Coach Tabby Shop adalah interpretasi kontemporer dari gaya klasik yang membawa pengunjung menjelajahi dunia Coach melalui instalasi berukuran besar, eksplorasi personalisasi, serta koleksi terbaru Spring 2025 yang memadukan desain heritage dan sentuhan masa kini.
Jakarta menjadi salah satu kota yang dipilih dalam peluncuran global ini, sebuah pengakuan atas peran penting pasar Asia Tenggara dalam peta fashion dunia.
Setibanya di lokasi, pengunjung disambut oleh instalasi tas Tabby berukuran raksasa, seolah menjadi pintu gerbang menuju dunia Coach yang penuh warna, nostalgia, dan gaya. Palet hangat dan dekorasi yang dipengaruhi arsip visual Coach menghadirkan nuansa retro yang dipadukan dengan semangat modernitas.
Salah satu elemen paling menonjol dari instalasi ini adalah Coach Create, ruang interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk membuat tas Tabby versi mereka sendiri. Dengan berbagai pilihan tali strap dan bag charm bertema New York, Coach memberikan pengalaman fashion yang benar-benar personal, menyuarakan pesan bahwa gaya bukan soal tren, melainkan soal identitas.
Pengalaman ini diperhalus dengan hadirnya Coach Coffee Shop, sebuah kafe kecil yang menyajikan menu khas New York dalam suasana hangat dan estetis. Ditambah dengan kehadiran photobooth interaktif, pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tapi juga mengabadikan momen, berbagi cerita, dan menjadi bagian dari komunitas.
Tas Tabby bukan barang baru dalam dunia fashion, namun seperti ikon sejati lainnya, ia terus berevolusi. Musim semi ini, Coach memperkenalkan varian-varian baru dari keluarga Tabby yang tak hanya memperkaya pilihan, tapi juga memperluas makna dari apa yang disebut sebagai tas fashion statement.
BACA JUGA:
- Chain Tabby tampil elegan dan dinamis. Terbuat dari kulit soft grain dengan hardware emas, tas ini tersedia dalam berbagai ukuran serta warna klasik dan musim semi seperti black, chalk, sage, bluebell, fuchsia, hingga moonlight. Ketiga jenis strap yang bisa diganti menjadikannya pilihan yang fleksibel, siap menyesuaikan dengan mood dan outfit pemiliknya.
- Twisted Tabby mengambil pendekatan yang lebih eksperimental. Dengan desain asimetris dan tampilan yang offbeat, tas ini merayakan sisi playful dalam diri kita. Ia menjadi bukti bahwa dalam dunia yang kian seragam, gaya yang berani dan sedikit “twist” justru memberi karakter kuat.
- Quilted Tabby, yang memulai debutnya pada tahun 2024, kini kembali dalam warna baru dan tekstur berbeda, termasuk patchwork denim yang edgy namun tetap feminin. Varian ini menjembatani penggemar gaya klasik dan pecinta sentuhan modern.
Semua varian ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp11 juta hingga Rp12 juta, investasi yang tak hanya menawarkan fungsi, tapi juga gaya dan cerita.
Kehadiran Coach Tabby Shop di Jakarta menandai tren global yang semakin kuat, fashion bukan lagi sekadar konsumsi visual atau status sosial, tetapi telah berkembang menjadi medium untuk menyuarakan kepribadian, nilai, bahkan sikap hidup. Coach membaca pergeseran ini dengan cerdas, menjadikan instalasi ini sebagai tempat di mana konsumen tak hanya membeli produk, tetapi juga menjadi bagian dari cerita merek.
Di tengah gempuran tren cepat dan mode yang silih berganti, Tabby tetap bertahan sebagai simbol gaya abadi. Lewat bentuknya yang sederhana namun kuat, Coach Tabby menjadi pernyataan gaya yang tak lekang waktu.
Dengan menghadirkan Coach Tabby Shop, Coach tak hanya menjual tas. Mereka menciptakan panggung untuk semua orang yang ingin tampil otentik. Di sinilah fashion bertemu dengan cerita, di mana gaya bukan sekadar tren, tapi cara untuk menunjukkan siapa diri kita.