YOGYAKARTA - Dalam agama Islam, najis atau kotoran memiliki beberapa tingkatan, dan najis mughallazah merupakan salah satu di antaranya. Lantas apa yang dimaksud dengannya dan apa saja contoh najis mugholadoh?
Najis mughallazah tergolong sebagai najis yang berat, sehingga cara penyuciannya pun berbeda dengan najis yang lain. Lantas, apa saja contoh najis mughallazah dan bagaimana cara menyucikannya?
Mengenal dan Cara Menghilangkan Najis Mugholadoh
Dilansir dari laman NU Online, najis mughallazah sebagai najis dengan kategori terberat, memerlukan tatacara penyucian khusus.
Proses penyuciannya melibatkan tujuh kali pembasuhan menggunakan air, di mana salah satu daripadanya dicampur dengan tanah. Sebelum pembasuhan, penting untuk memastikan 'ainiyah najis, iaitu zat atau jirim najis, telah dihilangkan terlebih dahulu.
Penghapusan 'ainiyah najis ini merujuk pada kondisi di mana najis tersebut tidak lagi menunjukkan warna, bau, atau rasa secara kasat mata.
Meskipun dinyatakan sudah tidak ada, najis tersebut masih dianggap ada sehingga diperlukan pembasuhan dengan air sebanyak tujuh kali yang dicampur dengan tanah untuk menyucikan area yang terkena najis. Terdapat tiga cara yang lazim dalam proses pencampuran air dan tanah, di antaranya:
Baca juga artikel yang membahas Arti Mimpi Menikah Menurut Islam, Dari Mendapatkan Rezeki hingga Ajal Mendekat
-
Pencampuran Langsung
Air dan tanah dicampur terlebih dahulu, kemudian campuran tersebut diletakkan pada area yang terkena najis. Cara ini dianggap sebagai yang paling utama.
-
Penaburan Tanah
Tanah ditaburkan pada area yang terkena najis, diikuti dengan pemberian air dan pengadukan hingga merata, kemudian dilakukan pembasuhan.
-
Pemberian Air Awal
Air diletakkan terlebih dahulu pada area yang terkena najis, kemudian ditaburi tanah dan diaduk hingga merata, kemudian dilakukan pembasuhan.
Ketiga cara di atas memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan tanah dan air tercampur dengan baik dan mengenai seluruh area yang terkena najis sehingga proses penyucian dapat dilakukan dengan sempurna.
Contoh Najis Mugholadoh
Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami, seorang ulama fiqih, menjelaskan dalam kitab Safiinatun Najaa bahwa najis mughallazah adalah najis yang disebabkan oleh anjing dan babi, termasuk juga anak dari salah satu atau kedua hewan tersebut.
Lebih lanjut, dapat dipahami bahwa segala sesuatu yang berasal dari anjing dan babi seperti air liur, air keringat, dan kotoran tergolong dalam najis mughallazah.
Seperti yang dijelaskan di atas, cara menyucikan najis ini adalah dengan membasuh sebanyak tujuh kali, di mana salah satu basuhan menggunakan air yang dicampur dengan tanah.
Bagaimana cara mencuci baju yang terkena najis anjing?
Dilansir dari laman Rumah Zakat, terdapat beberapa cara membersihkan pakaian yang terkena najis anjing, di antaranya:
-
Langkah Cepat
Jangan tunda! Semakin cepat Anda membersihkan noda najis anjing, semakin mudah menghilangkannya.
-
Bilas dengan Air
Air adalah senjata utama. Bilas atau rendam pakaian yang terkena najis di air mengalir untuk menghilangkan sebanyak mungkin noda.
-
Gunakan Tanah atau Pasir
Beberapa orang percaya bahwa tanah atau pasir dapat membantu menyerap dan menghilangkan noda najis. Gosokkan sedikit tanah atau pasir pada area yang terkena, lalu bilas dengan air.
-
Deterjen atau Cuka
Deterjen atau cuka juga bisa menjadi pilihan untuk membersihkan noda najis anjing. Tambahkan sedikit deterjen atau cuka pada air cucian, atau rendam pakaian dalam larutan deterjen atau cuka sebelum dicuci.
Selain itu, penting untuk selalu cuci pakaian yang terkena najis anjing secara terpisah dari pakaian lain untuk mencegah penyebaran bakteri.
Selain contoh najis mugholadoh, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!