Taylor Swift Jadi Pria di Video Musik <i>The Man</i>
Penyanyi Taylor Swift (Twitter @taylorswift13)

Bagikan:

JAKARTA - Penyanyi Taylor Swift merilis sebuah video musik dari album terbarunya, berjudul The Man. Trek ini menjadi single ke-5 yang ia rilis setelah sebelumnya merilis video musik Lover

Dalam video musik The Man, Swift bertransformasi menjadi seorang pria yang menjalani kehidupannya dengan sukses. Video berdurasi empat menit itu menampilkan seorang pria yang sukses dalam segalanya. Kehidupannya diisi dengan berpesta dan menjadi pemimpin. 

Paginya, ia melakukan tos dengan sekumpulan tangan setelah meniduri seorang wanita. Adegan beralih ketika dirinya berpesta dan memenangkan kompetisi olahraga tenis. 

Video diakhiri dengan sang aktor berjalan menemui sutradara dan bertanya soal penampilannya namun sutradara yang dibintangi Swift itu meminta aktor tersebut untuk lebih seksi dan terlihat likeable.

Sebagai penyanyi yang telah berkarier sejak muda, penyanyi kelahiran 13 Desember ini merasakan pahit dan manis. Hal tersebut menonjol dari lirik pertamanya.

“They'd say I played the field before I found someone to commit to. And that would be okay for me to do," ungkap Taylor di bagian pertama dari lagu ini.

Lirik Swift ini seakan ditujukan untuk orang-orang yang sering menyebutnya, hanya menulis bisa lagu soal mantan kekasihnya saja.

“Ini adalah pendapat sexist. Tidak ada yang mengatakan Ed Sheeran. Tidak ada yang mengatakan Bruno Mars. Mereka semua menulis lagu tentang mantan kekasih mereka, kehidupan percintaan mereka, dan tidak ada yang mengibarkan bendera merah di sini," ungkap Swift dalam wawancara untuk album 1989.

Chorus The Man menampilkan hal yang sama. Lirik “I’m so sick of running as fast as I can. Wondering if I'd get there quicker if I was a man.” menunjukkan sikap Swift terhadap ketidak setaraan gender yang sering merugikan perempuan. 

Umumnya, pria lebih banyak didahulukan dibandingkan perempuan baik dari segi pekerjaan, keluarga, dan lainnya. Swift membayangkan apakah kariernya bisa berjalan lebih cepat jika ia adalah seorang pria? Maka itu mengapa video musik ini menitikkan pria sebagai pemeran utama.

Penyanyi asal Pennsylvania ini pernah mendapat pelecehan seksual di tahun 2013 di belakang panggung tur konsernya. Namun, ketika Swift berani melaporkan soal ini, tidak sedikit yang mempertanyakan pakaian yang ia kenakan --yang mungkin bisa memancing si tersangka melakukan hal tersebut.

Swift juga sempat mereferensikan Leonardo Dicaprio, aktor kawakan dalam lirik I’d be just like Leo in Saint-Tropez. Bukan rahasia umum di umurnya yang ke 44 tahun, Dicaprio tidak pernah berpacaran dengan wanita di atas umur 25 tahun. 

Bahkan ketika lagu ini dirilis, Dicaprio sedang menjalani hubungan dengan gadis berumur 21 tahun. Kehidupan pribadi Swift yang sering berpacaran dengan seseorang dengan umur di bawahnya atau di atasnya menjadi bahan ejekan orang. 

Ia pernah berpacaran dengan Harry Styles yang beda beberapa tahun dengannya dan hal tersebut membuat Swift terlihat seperti player. Beberapa media juga sering memberi waspada kepada aktor atau artis pria untuk menghindar jika didekati oleh Swift.

Dalam video musiknya, ia juga menampilkan banyak easter eggs. Beberapa di antaranya mereka ulang film Wolf of Wall Street yang dibintangi Dicaprio. 

Ia juga mengajak beberapa orang terdekatnya seperti ayahnya Scott Swift, influencer Jayden Bartels dan Dominic Toliver serta bintang Tik Tok, Loren Gray.

Suara di akhir dialog video musik diisi oleh Dwayne Johnson atau The Rock. Lagu pop ini menjadi bukti Swift ingin menyuarakan apa yang dirasakan perempuan dalam kehidupan. 

Lagu seperti ini sudah lama ingin ia tulis karena hilangnya double standard yang orang-orang sering tunjuk kepadanya. Tidak lupa, melalui akun Twitternya, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pria dan wanita yang berpartisipasi dalam video musik The Man.

Disutradarai oleh Taylor Swift, video musik The Man dirilis pada 28 Februari lalu. Album Lover juga bisa didengarkan secara fisik dan digital.