Eksklusif Zee JKT48  Memulai Transisi dari Idol Jadi Aktris Lewat Kalian Pantas Mati
Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Azizi Shafaa Asadel atau akrab disapa Zee kini menambah satu prestasi baru. Empat tahun bergabung di JKT48, ia memulai karier barunya sebagai aktris.

Zee menjadi pemeran utama dalam film terbaru Ginanti Rona, Kalian Pantas Mati. Di sini ia berperan sebagai perempuan bernama Dini yang menjadi teman baik Raka yang dilakoni Emir Mahira.

Pengalaman serba pertama ia rasakan: mulai dari pertama main film hingga pertama kali berakting dalam film horor. Hal ini menjadi keseruan bagi perempuan 18 tahun.

“Kebetulan ini film pertamaku juga kan. Dapat kesempatan buat main film horor karena kan film horor lagi banyak yang suka nonton juga,” kata Zee JKT48 kepada VOI beberapa waktu lalu.

“Sebagai penggemar film horor, dapat kesempatan film horor tuh senang banget!” lanjutnya.

Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

 

JKT48 memang memberikan kesempatan terbuka untuk para member mengikuti audisi. Zee JKT48 menjelaskan kesempatan ini tidak ia sia-siakan karena keinginannya untuk terus belajar.

“Aku senang dan enggak nyangka bakal dapat proyek film ini. Terus aku di sini juga dapat peran yang bagus,” katanya.

“Apalagi film ini juga adaptasi dari film Korea tapi dibikin versi Indonesianya, ceritanya bagus, jadi sudah pasti aku sih seneng dapat proyek ini,” tambah Zee.

Anak dari Akhmad Fadli itu mengaku sempat mengalami tekanan. Pasalnya ia belum pernah menyentuh dunia akting sama sekali namun ia mendapat pemeran utama.

“Pertamanya (tekanan sih). Bukan ke beban tapi lebih ke pressure yakin gak yakin. Belum percaya diri cuman pas dijalanin, karena banyak yang support juga, gak ada pressure,” kata Zee.

“Pertamanya aku mikir kayak “Aku bisa enggak ya?” rada khawatir tapi pas dijalanin, seru sih. Jadi rasa susahnya lebih ketutup sama rasa excitednya,” lanjutnya.

Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

 

Kesulitan itu semakin terasa kala Zee harus mengimbangi aktivitasnya di JKT48, akting, sekaligus disibukkan dengan kuliah. Terlepas dari itu, ia menikmati proses belajar dari mana pun.

“Syutingnya seru ditambah pengalaman pertama jadi semua serba belajar jadi curiousitynya tuh ini gimana ya, lihat skrip gimana ya ini syutingnya, jadi seru banget,” kenang Zee.

“Kalau idol itu kegiatannya mostly performing, nyanyi, nari atau enggak ya paling JKT itu biasanya ada konten gitu. Kalau film itu akting depan kamera, belajar peran, dialog sama orang lain, beda banget,” tambahnya.

Center JKT48 itu juga ingat ketika proses syuting film Kalian Pantas Mati berbarengan dengan kegiatan tur. Saat itu JKT48 sedang melaksanakan tur ke beberapa kota untuk promosi lagu Flying High.

“Jadi sebelum syuting itu kita ada kelas akting selama dua minggu ditambah reading cukup intens juga baru kita syuting,” katanya.

“Dan untuk syuting sebenarnya aku kepotong sama kegiatan aku di JKT48 juga kan waktu itu ada touring ke luar kota (Flying High). 20 hari syuting itu seru banget sih,” ujar Zee lagi.

Menyeimbangkan Karir

Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

 

Zee JKT48 berusaha seimbang antara satu bidang dengan lainnya. Zee yang dikenal sebagai pribadi yang ceria juga turut menuangkan dirinya dalam karakter di film.

“Kalau aku misalnya lagi fokus film, ya aku emang fokusin ke filmnya dulu. Kalau memang lagi gak ada kegiatan film, aku fokusin ke JKT48 jadi lebih ke pastinya udah diatur kan biar schedulenya gak bentrok,” kata Zee.

“Mungkin karena pas syuting itu aku baru banget lulus SMA ya walaupun hidup yang aku jalanin sama alur cerita ini tuh beda banget. Di sini karakter Dini itu kan cheerful, aku juga. Menurut aku sih karakter Dini ini mirip sama aku sifatnya,” lanjutnya.

Zee dihadapkan dengan aktor Emir Mahira dalam film ini. Ia juga merasa senang karena Emir adalah orang yang mau berbagi sehingga mereka lebih mudah dalam membangun chemistry.

Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

Film Kalian Pantas Mati menceritakan Raka (Emir Mahira) yang punya kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal. Suatu hari ia berkenalan dengan hantu bernama Dini (Zee JKT48) yang berbeda dari hantu lainnya.

Zee merasa bersyukur karena Emir membuka pertemanan yang nyaman sehingga bisa bertukat pikiran dengan leluasa. Pengalaman syuting Emir digali Zee sebagai pembelajaran. 

“Dia (Emir Mahira) itu lebih berpengalaman dari aku, jadi aku banyak belajar sama dia. Misalkan aku nanya sama dia dan dia juga ceritain pengalamannya. Jadi menurut aku bondingannya gampang banget dan kita sama-sama friendly juga. Kita sama-sama effort supaya kita bisa bagus di film ini jadi bangun chemistry itu mudah,” jelas Zee.

Belajar dan terus belajar. Zee memastikan dirinya untuk menikmati apa yang ia jalani, baik sebagai penyanyi maupun sebagai aktris. Ia pun menyebutkan satu pelajaran yang diterima setelah berakting.

“Aku belajar buat memahami masing-masing karakter temanku. Karena sama teman-teman di JKT48 itu kan teman yang ketemu setiap hari. Kalau ini kan aku kenalan baru sama mereka, dan belajar juga dan kita masih sama-sama remaja dengan sifat ego kita,” kata Zee.

Zee JKT48 (Foto: Savic Rabos, DI: Raga/VOI)

“Aku sangat menantikan buat proyek selanjutnya karena aku juga menikmati dunia akting jadi aku berharap ada genre lain yang bisa aku dapetin rolenya juga,” kata perempuan yang ingin main film aksi tersebut.

Menutup perbincangan singkat, Zee tidak merasa takut untuk menjalani kesibukan di usia muda. Menurutnya, kerja keras tidak akan mengkhianati proses yang ia lakukan.

“Aku yakin kalau aku bisa, semua orang pasti bisa. Tinggal effort dan kerja keras kita untuk mendapatkan kesempatan ini juga gitu,” ucap Zee mengakhiri percakapan.