JAKARTA – Wahana antariksa Juno kembali beroperasi dengan normal setelah memasuki mode aman sebanyak dua kali. Kini, para teknisi sedang berusaha mengirimkan data yang sempat dikumpulkan Juno. 

Berdasarkan laporan NASA baru-baru ini, wahana tersebut memasuki mode aman pada 4 April, tepatnya saat Juno sedang terbang melewati Jupiter. Mode aman pertama terjadi sekitar pukul 5.17 waktu EDT atau sekitar satu jam sebelum mendekati perijove. 

Perijove merupakan lintasan terdekat ke-71 Jupiter. Mode aman ini hanya terjadi sesaat. Ketika kembali berfungsi, mode aman kedua justru terjadi. Masalah ini muncul sekitar 45 menit setelah Juno memasuki perijove. 

"Selama kedua peristiwa mode aman tersebut, wahana antariksa tersebut bekerja persis seperti yang dirancang, menyalakan ulang komputernya, mematikan fungsi-fungsi yang tidak penting, dan mengarahkan antenanya ke Bumi untuk berkomunikasi," kata NASA. 

Mode aman merupakan bentuk peringatan yang dimiliki Juno saat wahana tersebut mendeteksi adanya anomali. Peringatan ini berfungsi sebagai status kehati-hatian untuk mencegah masalah pada sistem atau komponen di dalamnya. 

Ketika mode ini aktif, teknisi akan menangguhkan fungsi komponen yang tidak begitu penting. Hal ini dilakukan agar Juno dapat fokus pada tugas yang benar-benar penting, seperti mempertahankan komunikasi dan mengatur atau mengelola dayanya.

Selain itu, instrumen yang berada di dalam atau sekitar Juno dimatikan ketika memasuki mode aman. Dengan demikian, tidak ada data yang terkumpul selama Juno memasuki mode peringatan tersebut. 

Untungnya, tim operasi misi berhasil membangun kembali transmission data berkecepatan tinggi. Untuk memastikan bahwa Juno baik-baik saja, mereka sedang melakukan diagnostik perangkat lunak penerbangan. 

Setelah memastikan Juno baik-baik saja, tim akan mengirimkan seluruh data teknik dan data sains yang Juno kumpulkan sebelum dan sesudah mode aman diaktifkan. Belum bisa diperkirakan berapa besaran data yang akan diterima tim operasi misi di Bumi. 


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+