JAKARTA - BMW X3 generasi terbaru hadir dengan perubahan gaya yang lebih revolusioner dan mengundang berbagai reaksi dari berbagai pihak.
Salah satu sorotan pada mobil ini ialah perubahan pada grill yang terlihat lebih menonjol dengan palang vertikal berpadu bersama garis diagonal, membuatnya menjadi salah satu perubahan desain kontroversial yang pernah hadir dalam jajaran BMW.
Meskipun telah memiliki visual mencolok, ini tidak menghalangi perusahaan tuning seperti AC Schnitzer untuk menghadirkan visual modifikasi pada SUV tersebut yang membuat daya tariknya bertambah.
Melansir dari Carscoops, Selasa, 1 Juli, tuner dari Jerman ini menawarkan modifikasi bagian depan X3 yang menampilkan splitter depan terbaru sehingga terlihat lebih agresif dari versi standarnya.
Side skirt terbaru juga hadir yang menunjukkan kesan sporty serta sayap belakang bertengger di atap, mendukung visual lebih ciamik dan dramatis.
Tuner tersebut juga menawarkan sembilan pilihan pelek berbeda untuk X3, termasuk opsi berukuran 19, 20, hingga 21 inci. AC Schnitzer juga menyediakan pilihan spacer roda hingga 10 mm di keempat sudutnya, memastikan roda baru terpasang dengan baik di lengkungannya.
Pada varian 20 xDrive, 20d xDrive, 40d xDrive, dan M50 xDrive ditawarkan pegas penurun khusus yang membuat ground clearance lebih rendah hingga 25 mm pada keempat sudutnya.
Bagian dalam memiliki modifikasi yang minim, seperti hadirnya sandaran kaki aluminium terbaru dan gantungan kunci yang didesain ulang.
Di luar perubahan yang menggoda ini, AC Schnitzer belum mengungkapkan apakah X3 akan mendapatkan modifikasi dari performa hingga perangkat lunak.
Untuk membuat BMW X3 tersebut terlihat menarik, pembeli perlu merogoh kocek dengan splitter depan dihargai 1.790 euro (Rp33,8 juta), side skirt seharga 790 euro (Rp14,9 juta), dan sayap belakang mencapai 519 euro (Rp9,8 juta).
Kemudian, pegas penurun dibanderol senilai 539 euro (Rp10,2 juta) dan paket roda serta ban seharga 5.590 euro (Rp105,7 juta).
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)