JAKARTA - Inter Milan gagal Scudetto dan kehilangan gelar juara Serie A Italia yang direbut Napoli. Meski kecewa, kini Inter sepenuhnya fokus menghadapi lawan tangguh Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Fokus Inter sudah terbelah saat melakoni laga pamungkas di kompetisi. Di laga penentuan yang mengakhiri liga, Inter menyambangi markas Como 1907. Pelatih Simone Inzaghi yang tak bisa mendampingi tim karena mendapat kartu merah di laga sebelumnya memilih merotasi pemain.
Saat menghadapi Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Sabtu, 24 Mei 2025 dini hari WIB, Inzaghi tak memainkan Marcus Thuram, Henrikh Mkhitaryan, dan Lautaro Martinez. Sedangkan Nicolo Barella, Denzel Dumfries dan beberapa pemain pilar lain diturunkan di babak kedua.
Inzaghi memang fokus menghadapi PSG di laga final. Ambisi meraih trofi Liga Champions menjadikan Inzaghi tak menurunkan tim terbaik. Meski demikian, I Nerazzurri tetap mampu menang 2-0.
Hanya, mereka gagal memenangi Scudetto karena Napoli juga berhasil menaklukkan Cagliari 2-0. Napoli yang akhirnya tampil sebagai juara Liga Italia untuk kedua kalinya selama tiga tahun terakhir.
"Tim sesungguhnya menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik. Terus terang ini sungguh memalukan setelah kami menjalani musim yang panjang. Namun kami harus kehilangan gelar juara di saat-saat terakhir," kata Massimiliano Farris, asisten pelatih Inter.
Farris yang menggantikan Inzaghi karena larangan mendampingi tim pun mengucapkan selamat kepada Napoli yang berhasil menjadi juara liga. Menurut dia Napoli membuktikan sebagai tim yang kuat dan pantas juara.
Meski kecewa dengan kegagalan di saat kompetisi memasuki bagian akhir, namun Farris menyatakan tegas bila tim sudah harus fokus menghadapi laga final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Munich, 31 Mei 2025.
"Kami tetap sportif dan kami mengucapkan selamat kepada Napoli. Pemain mereka memang kuat dan bagus. Kami berharap mereka meraih sukses," ujar Farris.
"Namun sepak bola tetap memberi kesempatan untuk mengejar mimpi. Tahun ini, kami menjalani Liga Champions secara luar biasa. Kami juga memiliki determinasi dan hasrat untuk memenangkan trofi ini," ucap dia lagi.
Menanggapi laga melawan Como, Farris mempertahankan keputusan pelatih tak menurunkan pemain pilar. Menurut dia pelatih tetap menurunkan tim yang kompetitif. Terbukti, Inter tetap menguasai permainan.
Inter membuka kemenangan saat kapten Stefan de Vrij berhasil memecah kebuntuan di menit 21. Sundulan De Vrij yang menyambut sepak pojok Hakan Calhanoglu mampu menaklukkan kiper Pepe Reina.
Dalam posisi tertinggal 1-0, Como kehilangan Reina yang melakukan pelanggaran terhadap striker Mehdi Taremi. Bermain dengan 10 orang, gawang Como akhirnya kembali kebobolan.
Kali ini, Joaquin Correa yang membawa Inter unggul 2-0 di menit 51. Hanya setelah gol itu, di pertandingan lain, striker Romelu Lukaku juga mencetak gol kedua bagi Napoli. Keunggulan Inter pun sia-sia karena mereka tetap gagal mempertahankan gelar juara.
"Kami tidak ingin mengambil risiko pemain mengalami cedera. Jadi, rotasi pemain memang sudah disiapkan. Menurut saya kami sudah memenuhi target dan menjaga kondisi pemain tetap fit saat berlaga di Munich," kata Farris yang optimistis Inter bakal meraih sukses di Liga Champions. Apalagi Inter mampu mengatasi lawan-lawan tangguh di babak sebelumnya.
"Jangan lupa, kami pernah menghadapi [Manchester] City, Arsenal, Bayern Munchen dan Barcelona. Kini, kami ingin mewujudkan mimpi besar itu," ucap Farris.
관련 항목:
Sementara, De Vrij menyatakan tim memang kecewa atas kegagalan di kompetisi domestik. Namun dia memastikan tim sudah melupakan dan fokus pada laga final.
"Kami sudah melupakannya dan fokus pada final [Liga Champions]. Kami memang tidak pantas meraih titel liga karena kami tidak dalam kondisi terbaik selama 38 pertandingan. Jadi siapa pun yang berada di puncak, mereka memang pantas. Hanya kami memang seharusnya meraih lebih dari yang saat ini," kata De Vrij.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)